SLEMAN, LINGKAR.NEWS – Pemerintah Kalurahan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, menggelar sosialisasi penanganan Tuberkulosis (TBC) bagi para pamong kalurahan di wilayah kerja Puskesmas Tempel I pada Kamis, 24 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Kalurahan Lumbungrejo ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas aparatur desa dalam melakukan deteksi dini, pendampingan pasien, serta upaya penghapusan stigma sosial terhadap penderita TBC di masyarakat.
Sosialisasi ini menghadirkan narasumber ahli program TBC dari Puskesmas Tempel I, Adi Prasetyo, yang memberikan pemahaman teknis mengenai pola penularan, prosedur pengobatan standar, hingga pentingnya investigasi kontak di tingkat padukuhan. Langkah ini diambil sebagai respons atas tantangan tingginya angka putus berobat (drop out) dan rendahnya kesadaran warga untuk melapor akibat stigma negatif yang masih melekat.
Carik Lumbungrejo, Herman Subagya, menegaskan bahwa keterlibatan aktif perangkat desa sangat krusial dalam memutus mata rantai penularan penyakit menular tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kalurahan dan tenaga medis merupakan kunci keberhasilan eliminasi TBC di tingkat akar rumput.
“Sosialisasi penanganan TBC yang menghadirkan narasumber Bapak Adi Prasetyo dari Puskesmas Tempel I ini sangat penting bagi kami. Dengan dihadiri oleh para pamong dari wilayah kerja Puskesmas Tempel I di ruang rapat lantai 2 kalurahan ini, kami dibekali pengetahuan nyata bagaimana mengenali dan mencegah penyebaran TBC di lingkungan warga,” ujar Herman Subagya dalam keterangannya.
Ia menambahkan, pemerintah kalurahan berkomitmen penuh untuk mendukung program eliminasi TBC, termasuk melalui pemanfaatan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Kalurahan (APBKal) untuk mendukung operasional kader kesehatan. Hal ini sejalan dengan amanat Peraturan Presiden Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis yang menuntut pelibatan multisektor dalam penemuan kasus secara aktif.
Melalui kegiatan ini, para pamong kalurahan diharapkan mampu menjadi agen informasi yang mampu mengedukasi warga agar tidak takut memeriksakan diri jika mengalami gejala batuk kronis lebih dari dua minggu. Dengan pengawalan pengobatan yang disiplin selama minimal enam bulan, diharapkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Tempel I dapat meningkat secara signifikan.
Penulis : Puji Supriyanto / Pendamping Lokal Desa – Lokasi : (Desa Lumbungrejo, Kecamatan Tempel, Kabupaten Sleman)