Yogyakarta, Lingkar.news – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah V Yogyakarta, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi mengkampanyekan penguatan Integritas, Anti Gratifikasi dan Pengenalan Resiko Berbasis Aktivitas guna mewujudkan lingkungan kerja yang bersih transparan dan berintegritas.
“Hari ini kita melakukan kampanye untuk penguatan integritas di lingkungan LLDikti Wilayah V, termasuk di dalamnya ada Anti Gratifikasi,” kata Kepala LLDikti Wilayah V Setyabudi Indartono usai penandatanganan Pakta Integritas bersama para pimpinan perguruan tinggi swasta (PTS) di Yogyakarta, Jumat (25/9/2026).
Menurut dia, langkah tersebut sebagai komitmen berkelanjutan lembaganya dalam Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) pada tahun 2026.
“Sambil berjalan, kita melakukan penguatan-penguatan zona integritas kita, tidak hanya sekedar antikorupsi. Kita sudah bebas korupsi WBK tahun 2023. Kita ingin menguatkan lagi jadi wilayah birokrasi yang bersih dan melayani,” katanya.
Pihaknya juga sudah melakukan berbagai upaya akselerasi sejak 2024 setelah pada tahun 2023 mempunyai fondasi WBK (Wilayah Bebas Korupsi), kemudian melakukan penguatan pada 2025, dan pada 2026, LLDikti melakukan penguatan zona integritas menuju WBBM.
“Nah, ini kita mengadakan kegiatan dengan mengundang pimpinan perguruan tinggi untuk melakukan komitmen bersama,” katanya.
Dia mengatakan, penandatanganan Pakta Integritas tersebut diharapkan bukan hanya seremonial, namun menjadi pengingat bagi semua pegawai di wilayah LLDikti V agar selalu menjaga dan meningkatkan kualitas layanan yang lebih baik lagi ke depan.
“Kita juga berharap tidak hanya sekadar melakukan layanan-layanan yang pasif saja, namun proaktif, bahkan mendorong, mengakselerasi perguruan tinggi sebagai bentuk layanan kami yang proaktif untuk bisa melakukan peningkatan-peningkatan kualitas perguruan tinggi secara masif,” katanya.
Lebih lanjut Kepala LLDikti juga mengatakan dalam dua tahun terakhir terjadi peningkatan luar biasa, misalnya perguruan tinggi unggul yang sebelumnya pada awal 2024 berjumlah tujuh PTS, maka sekarang ini sudah ada 10 PTS atau meningkat hampir 50 persen.
“Kemudian jumlah prodi (program studi) yang unggul dari 181 sekarang sudah 260 prodi, termasuk jumlah guru besar juga meningkat hampir 50 persen lebih. Bahkan yang meningkat lebih dari 100 persen adalah asisten ahli kita,” katanya.
Ketua Satuan Pengawasan Internal (SPI) LLDikti Wilayah V Wika Harisa mengatakan poin-poin dalam Pakta Integritas utamanya mendorong pada integritas pelayanan, dengan mengutamakan semua stakeholder berhak mendapatkan layanan yang sama, tidak ada favoritisme.
“Karena kita di 2023 sudah wilayah bebas korupsi, maka betul-betul gencar memanfaatkan kampanye bebas korupsi ini menjadi salah satu tagline. Dan menuju WBBM di 2026 ini, kita memperluas aspek integritas menjadi wilayah birokrasi bersih melayani,” katanya.
Dia mengatakan, kemudian mendorong integritas dari para pegawai sebagai penyampai informasi agar betul-betul melakukan penguatan integritas dan memastikan mereka tidak menerima gratifikasi dalam bentuk apapun.
“Bahkan setiap tahun kami juga melakukan evaluasi terutama pada waktu-waktu ‘rawan’ begitu, seperti hari raya, kemudian akhir tahun dan sebagainya untuk melakukan patroli untuk anti gratifikasi,” katanya.
Menurut dia, langkah tersebut menjadi sesuatu yang penting, karena bagi LLDikti gratifikasi sedikit kalau dibiarkan akan menjadi budaya, sehingga ketika bicara WBBM, maka equality atau kesetaraan dalam pelayanan itu harus menjadi bagian dari komitmen.
“Karena kami kan lembaga layanan pendidikan tinggi, jadi harapannya tadi kita mendorong equality dan tanpa ada favoritisme, tanpa ada gratifikasi, mereka berhak untuk mendapatkan layanan yang sama,” katanya.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis