Yogyakarta, Lingkar.news – Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) meningkatkan pengawasan terhadap wisatawan dengan mengoptimalkan pembagian tugas personel di sejumlah titik rawan pantai, menyusul ancaman gelombang laut tinggi.
Koordinator SRI Wilayah III Parangtritis, Sektiaji Bagus, menjelaskan bahwa peningkatan pengawasan dilakukan untuk mengantisipasi potensi bahaya akibat gelombang tinggi yang diprediksi akan berlangsung selama beberapa hari ke depan.
“Kemungkinan ini terjadi beberapa hari ke depan, jadi untuk antisipasi kita optimalkan personel penjagaan,” ujarnya, Kamis (13/8/2026).
Sebanyak 60 personel SRI Wilayah III disiapkan untuk menjaga area Pantai Parangtritis, Parangkusumo, Cemoro Sewu, hingga Pantai Depok.
“Kalau liburan itu 60 personel semua turun, kalau sepi hari biasa ada sekitar 23 personel yang siaga,” tambahnya.
Menurut Sektiaji, jumlah pengunjung saat libur bisa mencapai 10.000 orang per hari, sehingga penambahan personel menjadi langkah krusial. Meski pengawasan ditingkatkan, kendala utama yang dihadapi adalah perilaku pengunjung yang tetap nekat bermain air meski telah berulang kali diperingatkan.
“Mayoritas pengunjung tetap nekat bermain air, padahal kami selalu mengimbau,” tegasnya.
Untuk meminimalkan risiko, personel disebar di 12 titik arus balik atau rip current sepanjang Pantai Parangtritis hingga Depok. Upaya pencegahan dilakukan dengan patroli, pemasangan rambu, hingga imbauan melalui pengeras suara setiap satu jam sekali.
“Sekitar empat hingga lima titik berada di Pantai Parangtritis,” ungkapnya.
Sementara itu, Koordinator SRI Wilayah IV Bantul, Sigit Prasetya, menekankan pentingnya wisatawan untuk patuh terhadap instruksi petugas dengan menjaga jarak aman dari bibir pantai demi keselamatan.
“Kami memperbanyak pemasangan bendera larangan di sekitar titik bahaya serta rutin melakukan patroli di lokasi wisata setiap beberapa jam,” jelas Sigit.
SRI Wilayah IV yang mengawasi kawasan Pantai Samas hingga Pantai Pandansimo dengan kekuatan 30 personel juga menerapkan sistem penambahan jumlah penjaga di pos-pos tertentu saat kondisi ramai.
“Kalau kondisi khusus ada penambahan personel menjadi tiga hingga empat orang per titik, khususnya di lokasi yang berpotensi padat pengunjung,” pungkasnya.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis
