bpsdm kemendes pdt keluarkan hasil evaluasi kinerja tpp gunungkidul triwulan i dan ii 2026 1787448791 1 750x536 1

BPSDM Kemendes PDT Rilis Hasil Evaluasi Kinerja TPP Gunungkidul Triwulan I dan II Tahun 2026

GUNUNGKIDUL, LINGKAR.NEWS – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) resmi mengeluarkan hasil Evaluasi Kinerja (Evkin) bagi Tenaga Pendamping Profesional (TPP) di Kabupaten Gunungkidul untuk Triwulan I dan II Tahun 2026. Hasil evaluasi tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Kepala BPSDM Nomor 356 Tahun 2026 dan Nomor 435 Tahun 2026 sebagai instrumen pengendalian serta pembinaan pendamping desa.

Kepala Pusat Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD), Heri Sulesmono, S.I.K., menegaskan bahwa hasil evaluasi ini wajib menjadi rujukan utama bagi supervisor di setiap jenjang dalam mengelola dan meningkatkan kapasitas pendamping. Ia secara khusus menginstruksikan agar supervisor segera melakukan langkah pembinaan intensif, terutama bagi TPP yang memperoleh skor kinerja rendah.

“Hasil evaluasi kinerja individu TPP triwulan I dan II tahun 2026 agar dipelajari dan dijadikan rujukan dalam pengelolaan, pembinaan, peningkatan kapasitas dan evaluasi oleh supervisor TPP secara berjenjang. Supervisor harus melakukan langkah-langkah penanganan masalah terutama bagi TPP dengan hasil evaluasi kinerja individu yang mendapatkan skor rendah,” tegas Heri dalam keterangan tertulisnya.

Menanggapi hal tersebut, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul, Aris Nurkholis, M.Pd., menyatakan bahwa evaluasi ini merupakan cermin untuk mengukur efektivitas pendampingan di lapangan. Menurutnya, hasil Evkin bukan sekadar penilaian administratif, melainkan bahan refleksi untuk memperbaiki kualitas kerja pendamping dalam mengawal pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.

“Evaluasi kinerja bukan semata-mata untuk memberikan penilaian, tetapi menjadi cermin untuk melihat sejauh mana tugas pendampingan telah dilaksanakan. Bagi yang memperoleh hasil baik, ini menjadi motivasi. Sementara bagi yang masih mendapatkan skor rendah, hasil evaluasi harus menjadi momentum untuk melakukan pembenahan dan memperbaiki pola kerja,” ujar Aris di Desa Piyaman, Wonosari, Sabtu (23/8/2026).

Aris menambahkan, kualitas pendampingan sangat bergantung pada kemampuan TPP dalam memahami regulasi, melakukan fasilitasi, serta menyajikan laporan yang akuntabel. Ia berharap seluruh jajaran TPP di Gunungkidul dapat menjadikan hasil evaluasi ini sebagai pijakan untuk meningkatkan profesionalisme.

“Target akhirnya bukan sekadar mendapatkan skor evaluasi yang baik, tetapi memastikan keberadaan TPP benar-benar memberikan manfaat nyata bagi desa. Pendamping harus mampu hadir sebagai fasilitator, penggerak, sekaligus mitra strategis pemerintah desa dan masyarakat dalam mendorong pembangunan yang lebih berkualitas,” pungkasnya.

Penulis : ARIS NURKHOLIS / TAPM Kabupaten Gunungkidul – Lokasi : (Desa Piyaman, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul)