Bulog Kanwil Yogyakarta serap gabah berbagai kualitas dari petani 750x536 1

Bulog Yogyakarta Beli Gabah Petani Berbagai Kualitas Rp6.500 per Kilogram

Sleman, Lingkar.news – Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Yogyakarta kini melakukan penyerapan gabah petani dengan harga Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini menyasar gabah dengan berbagai tingkat kualitas, selama komoditas tersebut telah memenuhi syarat umur panen sebelum diolah menjadi beras sesuai spesifikasi pemerintah.

Senin (20/07/2026), Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Yogyakarta, Dedi Aprilyadi, di Gudang Bulog Purwomartani, Kabupaten Sleman, menjelaskan mekanisme penyerapan gabah tersebut.

“Kebijakan tersebut memungkinkan hasil panen petani tetap terserap meski mutu gabah berbeda-beda sebelum diproses melalui mitra penggilingan hingga memenuhi standar kualitas beras yang ditetapkan pemerintah,” ujar Dedi Aprilyadi.

Menurut Dedi, Bulog membeli gabah kering panen senilai Rp6.500 per kilogram dengan berbagai kualitas selama sudah memenuhi umur panen.

“Gabah tersebut kemudian kami olah bersama mitra hingga menjadi beras sesuai standar yang ditetapkan pemerintah,” katanya.

Dedi menjelaskan bahwa gabah yang diserap tidak langsung disimpan ke gudang, melainkan melewati proses pengeringan menggunakan mesin pengering atau lantai jemur sebelum digiling.

Secara keseluruhan, Bulog menerapkan standar ketat bagi produk akhir sebelum dikelola sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Standar tersebut meliputi kadar patahan maksimal 25 persen, kadar air 14 persen, dan kadar menir maksimal dua persen. Gabah dengan kualitas beragam akan diolah melalui mitra hingga mencapai spesifikasi seragam sebelum masuk ke gudang Bulog.

“Beras hasil pengolahan tersebut harus memenuhi spesifikasi kualitas yang ditetapkan pemerintah, yakni kadar patahan (broken) maksimal 25 persen, kadar air 14 persen dan kadar menir maksimal dua persen sebelum disimpan sebagai Cadangan Beras Pemerintah (CBP), kemudian gabah yang kualitasnya berbeda-beda tersebut diolah menjadi beras dengan standar kualitas yang sama sebelum masuk ke gudang Bulog,” jelasnya.

Untuk mengakselerasi penyerapan, Bulog menjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah, penyuluh pertanian lapangan (PPL), TNI, Polri, serta Mitra Pangan Pengadaan (MPP). Tim khusus, yakni Tim Jemput Pangan, bahkan diterjunkan langsung ke sentra produksi.

“Hingga pertengahan Juli 2026 Bulog Kanwil Yogyakarta telah merealisasikan penyerapan sekitar 198 ribu ton setara beras atau melampaui target pengadaan tahun ini sebesar 195 ribu ton yang mencakup wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta serta eks Karesidenan Kedu dan Banyumas di Jawa Tengah,” paparnya.

Kesuksesan target pengadaan ini didorong oleh produktivitas padi yang optimal dan sinergi lintas sektoral yang mempercepat alur distribusi informasi panen.

“Selain produksinya bagus, kami juga didukung pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, TNI, Polri, Mitra Pangan Pengadaan (MPP) serta penyuluh pertanian sehingga informasi panen cepat kami terima dan penyerapan bisa segera dilakukan,” ungkapnya.

Saat ini, Bulog Kanwil Yogyakarta menguasai stok beras sebanyak 246 ribu ton yang tersebar di 17 kompleks pergudangan dengan kapasitas total mencapai 311 ribu ton. Jumlah ini diproyeksikan aman hingga masa panen berikutnya pada tahun 2027.

“Kapasitas total gudang Bulog Kanwil Yogyakarta sekitar 311 ribu ton sudah termasuk gudang sewa, stok tersebut diperkirakan mencukupi kebutuhan hingga musim panen berikutnya pada 2027, Insyaallah stok yang kami kuasai saat ini sebanyak 246 ribu ton bisa mencukupi hingga periode panen berikutnya pada 2027,” pungkasnya.

Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis