BBPPMT Yogyakarta sebut animo transmigrasi di DIY tinggi 750x536 1

Daftar Tunggu Transmigrasi di DIY Membludak, Ini Penjelasan BBPPMT Yogyakarta

Sleman, LIingkar.news – Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta melaporkan tingginya minat masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) untuk mengikuti program transmigrasi. Tingginya antusiasme ini bahkan menyebabkan adanya daftar tunggu di seluruh kabupaten dan kota di wilayah DIY.

Kepala BBPPMT Yogyakarta, Tunggak Santoso, menjelaskan bahwa jumlah pemberangkatan transmigran setiap tahun sangat bergantung pada kuota yang tersedia serta kesiapan infrastruktur dan lahan di pemerintah daerah wilayah tujuan.

“Animo masih sangat tinggi sebenarnya. Semua kabupaten sampai ngantre itu untuk mendaftarnya. Hanya jatah (kuota) karena masing-masing tergantung pemerintah daerah yang menerimanya, seperti kesiapan lahan, pembangunan rumah, dan infrastrukturnya,” kata Tunggak, Senin (27/7/2026).

Tunggak menuturkan, sejak era otonomi daerah, penyelenggaraan transmigrasi dilakukan melalui mekanisme kerja sama antar-daerah yang harus diselaraskan antara kabupaten/kota pengirim dengan kabupaten/kota penerima.

Tahun ini, kuota penempatan dari DIY tercatat sebanyak 15 Kepala Keluarga (KK), dengan Kabupaten Sleman mendapatkan alokasi sebanyak 2 KK. Rombongan transmigran tersebut akan diarahkan ke Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, dengan fokus pengembangan sektor perkebunan kopi dan cokelat.

Terkait teknis persiapan, Tunggak menegaskan pentingnya pembekalan keterampilan sebelum keberangkatan.

“Sebelum diberangkatkan, seluruh calon transmigran diwajibkan mengikuti pelatihan terpadu di BBPPMT Yogyakarta untuk membekali mereka dengan keterampilan pengolahan lahan,” kata Tunggak.

Untuk menjamin kesejahteraan awal, pemerintah memberikan fasilitas lahan usaha seluas satu hingga dua hektar, lahan pekarangan seluas 500 meter persegi, serta rumah. Selain itu, transmigran menerima jatah hidup (jadup) kebutuhan pokok selama satu tahun untuk lahan kering dan 1,5 tahun untuk lahan gambut.

Menutup keterangannya, Tunggak menekankan bahwa program transmigrasi terbukti efektif meningkatkan taraf hidup masyarakat. Sejumlah anak transmigran saat ini telah berhasil menjadi pengusaha di bidang transportasi air, sektor pertambangan, hingga petani pengekspor komoditas hortikultura seperti jeruk dan durian.

Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis