SLEMAN, LINGKAR.NEWS – Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman, memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata unggulan di Daerah Istimewa Yogyakarta dengan mengintegrasikan sektor ekonomi, pelestarian budaya, dan kelestarian lingkungan. Komitmen tersebut dipaparkan oleh Lurah Sambirejo, Wahyu Nugroho, S.E., MBA, dalam ajang Lomba Desa Wisata Nusantara 2026 tingkat DIY pada Rabu (15/10/2026).
Pengembangan pariwisata di Sambirejo berfokus pada konsep “Dari Potensi Lokal Menuju Pariwisata Berkelanjutan” yang melibatkan peran aktif masyarakat melalui Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMDes). Sejumlah destinasi ikonik seperti Taman Tebing Breksi dan Watu Payung kini menjadi penggerak utama ekonomi warga, yang didukung oleh layanan jeep wisata, VW keliling, area berkemah, serta pusat kuliner dan UMKM lokal.
Wahyu Nugroho menegaskan bahwa pengembangan pariwisata di wilayahnya tidak hanya mengejar angka kunjungan, melainkan berorientasi pada kesejahteraan jangka panjang. “Sambirejo membawa pesan bahwa desa wisata bukan sekadar tempat untuk dikunjungi, melainkan ruang untuk menghidupkan ekonomi warga, merawat warisan budaya, dan menjaga alam bagi generasi mendatang,” ujar Wahyu dalam presentasinya.
Selain aspek ekonomi, Sambirejo secara konsisten mengangkat identitas budaya melalui berbagai kegiatan seperti Saras Swara, Sambirejo Cultural Lab, Sambirejo Temple Trail, Festival Jathilan, hingga Kirab Gunungan. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan pengalaman wisata yang khas sekaligus melestarikan tradisi lokal bagi para pengunjung.
Di sisi lain, aspek keberlanjutan lingkungan menjadi prioritas utama dalam pengelolaan destinasi. Pemerintah Kalurahan Sambirejo telah menerapkan sistem pengolahan sampah organik menjadi kompos, pemanfaatan sampah menjadi bahan bakar alternatif dan conblock, serta program penghijauan secara berkelanjutan. Langkah-langkah ini dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab terhadap ekosistem kawasan wisata.
Keikutsertaan Sambirejo dalam Lomba Desa Wisata Nusantara 2026 diharapkan dapat menjadi momentum untuk memperkenalkan praktik pengembangan wisata berbasis potensi lokal, sekaligus mendorong inovasi dalam pengelolaan destinasi yang berdaya, berbudaya, dan lestari.
Penulis : Agung Margandhi / TAPM Kabupaten Sleman – Lokasi : (Desa Sambirejo, Prambanan, Sleman)
