imunisasi campak

Dinkes Kota Yogyakarta Lakukan Penyelidikan Epidemiologi 6 Kasus Campak

YOGYAKARTA, Lingkar.news Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Yogyakarta melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap enam kasus campak yang terkonfirmasi di wilayah tersebut sejak Januari 2026.

Ketua Tim Kerja Surveilans Dinkes Kota Yogyakarta, Solikhin Dwi Ramtana, mengatakan hingga pekan kedelapan 2026 pihaknya mencatat 45 kasus suspek campak, dengan enam kasus di antaranya telah terkonfirmasi positif.

“Penyelidikan epidemiologi dilakukan untuk memastikan sumber penularan dan mengetahui potensi penularan kepada orang lain,” ujar Solikhin saat dihubungi, Selasa (10/3/2026).

Penelusuran Riwayat Kontak dan Perjalanan

Solikhin menjelaskan penyelidikan epidemiologi dilakukan dengan menelusuri riwayat perjalanan pasien, waktu munculnya gejala, serta kemungkinan kontak erat sebelum pasien dinyatakan terinfeksi.

Tim Dinkes bersama puskesmas juga turun langsung ke lapangan untuk melakukan penelusuran sumber penularan.

“Begitu menerima laporan, kami melakukan konfirmasi ke fasilitas kesehatan, kemudian bersama puskesmas turun ke lapangan untuk menelusuri sumber penularannya,” katanya.

Mayoritas Kasus pada Anak Usia Sekolah

Sebagian besar kasus campak yang ditemukan pada awal 2026 terjadi pada anak-anak usia sekolah.

Rentang usia pasien meliputi bayi di bawah satu tahun, anak usia 4 tahun, 8 tahun, 11 tahun, dan 15 tahun, serta satu kasus pada orang dewasa berusia 28 tahun.

Menurut Solikhin, seluruh pasien yang terkonfirmasi telah mendapatkan penanganan medis dan saat ini dalam kondisi sembuh.

“Kalau yang anak sekolah kami sarankan tidak masuk sekolah dulu sampai kondisinya membaik,” ujarnya.

Tidak Ditemukan Penularan Lanjutan

Berdasarkan hasil pemantauan yang dilakukan Dinkes Kota Yogyakarta, kasus yang muncul bersifat sporadis dan tidak ditemukan penularan lanjutan dari kontak erat pasien.

Sebagai perbandingan, Dinkes mencatat 19 kasus campak sepanjang 2024 dan 13 kasus sepanjang 2025.

“Dibanding awal tahun ini, kalau dirata-rata memang ada kenaikan sedikit,” kata Solikhin.

Cakupan Imunisasi Campak 96 Persen

Solikhin menyebut cakupan imunisasi campak di Kota Yogyakarta mencapai sekitar 96 persen, sehingga dinilai cukup membantu menekan risiko keparahan penyakit pada pasien yang terinfeksi.

Ia mengimbau masyarakat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) serta menggunakan masker pada lingkungan berisiko, sekaligus mewaspadai gejala campak.

“Kalau ada gejala demam disertai muncul bercak merah pada kulit, masyarakat sebaiknya segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan,” kata Solikhin.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki