KDMP Tamanmartani di Sleman pasok barang ke warung kelontong 750x536 1

Distribusikan Pupuk, KDMP Tamanmartani Sleman Catatkan Transaksi Rp56,77 Miliar

Sleman, Lingkar.news – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tamanmartani di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini memperluas perannya sebagai pemasok kebutuhan pokok bagi warung kelontong setempat melalui skema kemitraan strategis. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat daya saing usaha mikro di tingkat desa.

Strategi kemitraan ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang kolaboratif antara koperasi dan pedagang kecil, alih-alih saling mematikan usaha satu sama lain.

“Kalau bisa kita saling bantu. Kita bekerja sama dengan teman-teman toko kelontong, bukan bersaing,” kata Pengelola KDMP Tamanmartani, Prima Shintalia, saat ditemui di Jakarta, Kamis (16/7/2026).

Guna mendukung keberlanjutan usaha para pemilik warung, koperasi berkomitmen menjaga harga barang agar tetap kompetitif dan terjangkau di pasar.

“Makanya kita harus cari barang yang murah. Kalau bisa kita beli di bawah harga grosir, supaya teman-teman toko kelontong juga bisa ambil dari kita,” ujarnya.

Dalam operasionalnya, KDMP Tamanmartani menyuplai berbagai kebutuhan pokok seperti beras SPHP, minyak goreng, dan LPG 3 kilogram dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET). Selain mengandalkan pasokan dari BUMN, koperasi juga aktif mencari sumber barang lain untuk menjaga stabilitas harga.

“Barang dari BUMN memang murah, tapi baru minyak sama beras. Yang lain kami cari dari tempat lain supaya bisa dapat harga yang lebih baik,” jelas Prima.

KDMP Tamanmartani kini telah merambah sektor pemenuhan gizi dengan menjadi pemasok bagi lima Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG), mencakup penyediaan bahan pangan hingga perlengkapan operasional kebersihan.

Sejak beroperasi pada Juli 2025, koperasi ini telah berkembang pesat dengan 1.121 anggota. Berdasarkan data Simkopdes per pertengahan Juli 2026, KDMP Tamanmartani mencatatkan kinerja impresif dengan total transaksi mencapai Rp56,77 miliar, di mana sektor distribusi pupuk subsidi menjadi penyumbang nilai transaksi terbesar.

Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis