GUNUNGKIDUL, LINGKAR.NEWS – Tim Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul memberikan dukungan nyata terhadap pengembangan usaha Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) Mekar Jaya Sejahtera, Kalurahan Sambirejo, Kapanewon Ngawen, dengan membeli langsung hasil panen melon di greenhouse setempat, Selasa (29/9/2026). Kunjungan yang dilakukan oleh Hery Santoso dan Aris Nurkholis tersebut bertujuan untuk memantau perkembangan budidaya melon sekaligus mengapresiasi inovasi pemasaran yang diterapkan oleh pengelola BUMKal.
Pada panen ketiga ini, BUMKal Mekar Jaya Sejahtera berhasil mengembangkan tiga varian melon dengan mengusung konsep wisata petik buah. Strategi ini terbukti efektif menarik minat konsumen, di mana seluruh hasil panen sebelumnya dilaporkan habis terjual. Kehadiran tim TAPM dalam kegiatan ini menjadi bentuk dukungan konkret bagi produk lokal agar mampu bersaing dan berkelanjutan di pasar yang lebih luas.
Aris Nurkholis menyatakan bahwa keberhasilan BUMKal tidak hanya terletak pada kemampuan produksi, tetapi juga pada kreativitas dalam menciptakan pengalaman bagi konsumen. Menurutnya, konsep wisata petik buah memberikan nilai tambah yang signifikan dibandingkan sekadar menjual buah secara konvensional. Meski demikian, ia menekankan pentingnya manajemen bisnis yang profesional bagi pengelola BUMKal.
“BUMKal harus menghitung usahanya secara detail. Jangan hanya melihat hasil panennya laku. Harus diketahui berapa biaya produksi, berapa hasil penjualan, berapa keuntungan bersih, dan bagaimana keberlanjutan usahanya. Dari situ BUMKal bisa menentukan apakah usaha ini layak diperluas atau dikembangkan,” ujar Aris.
Lebih lanjut, Aris mendorong agar pengelola BUMKal Mekar Jaya Sejahtera tidak cepat berpuas diri dan terus melakukan inovasi di berbagai aspek. Ia menekankan bahwa setiap masa panen harus dijadikan sarana evaluasi untuk meningkatkan kualitas, produktivitas, serta jejaring pemasaran.
“Jangan berhenti pada tiga kali panen. Jadikan setiap panen sebagai proses belajar. Catat apa yang berhasil dan apa yang perlu diperbaiki. Kalau kualitas, produksi, dan pasarnya semakin baik, usaha ini bisa menjadi salah satu contoh bagaimana potensi pertanian dikembangkan menjadi bisnis BUMKal,” tambahnya.
Kegiatan ini diharapkan dapat memotivasi BUMKal lain di Kabupaten Gunungkidul untuk mengoptimalkan potensi lokal melalui pengelolaan yang kreatif dan terukur. Dengan dukungan dari berbagai pihak, usaha pertanian berbasis BUMKal diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi yang mandiri bagi masyarakat desa.
Penulis : Aris Nurkholis / TAPM Kabupaten Gunungkidul – Lokasi : (Sambirejo, Ngawen, Gunungkidul)
