BPBD Sleman tetapkan Siaga Darurat Kekeringan antisipasi El Nino 750x536 1

El Nino Mengancam, BPBD Sleman Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan

Sleman, Lingkar.news – BPBD Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan melalui Keputusan Bupati Nomor 59.1/Kep.KDH/2024. Status ini berlaku mulai Selasa (01/07/2026) hingga 31 Agustus 2026 untuk mengantisipasi potensi musim kemarau panjang akibat anomali El Nino.

Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Bambang Kuntoro, menyatakan bahwa kebijakan ini dapat berubah menyesuaikan situasi di lapangan. “Status ini berpotensi diperpanjang atau ditingkatkan menjadi status darurat jika dampak kekeringan semakin memburuk. Hal ini juga adanya penguatan angin muson Australia yang diprediksi berlangsung hingga Desember,” ujar Bambang di Sleman, Selasa (11/8/2026).

Bambang menjelaskan bahwa fenomena El Nino menyebabkan pergeseran pola musim, yakni puncak kemarau yang mundur dari Agustus ke September, serta mundurnya awal musim hujan hingga akhir Oktober atau awal Desember.

“Puncak musim kemarau yang awalnya Agustus mundur ke September, kemudian curah hujan atau musim hujan di 2026 ini juga mundur, bisa di akhir Oktober bahkan di Desember awal karena Desember masih kuat El Nino-nya,” kata Bambang.

Sebagai langkah mitigasi, BPBD Sleman telah mengalokasikan anggaran Rp25 juta untuk penyaluran 50 tangki air bersih. Selain itu, kolaborasi dengan lintas instansi seperti TNI, Polri, dan relawan terus dilakukan guna mengantisipasi risiko kebakaran hutan dan lahan.

“Alhamdulillah kemarin karena ada pergiliran kemudian ada penghematan air pemanfaatannya oleh masyarakat di Wukirsari, Turi, dua hari ini belum ada dropping lagi dari kita. Oleh pengurus dicek di bak penampungnya masih cukup,” ungkap Bambang.

Terkait sektor pertanian, BPBD memastikan pasokan air di wilayah Sleman Barat masih aman karena hanya dilakukan pengaturan debit air, bukan penutupan total jaringan irigasi.

“Sehingga tidak ada lahan pertanian yang terkena dampak El Nino,” tegas Bambang.

Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis