Gunungkidul, Lingkar.news – Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga (Disparekrafpora) Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, terus mengoptimalkan promosi objek wisata Pantai Baron. Langkah ini dilakukan menyusul perubahan bentang alam secara alami akibat gelombang tinggi yang dinilai memberikan daya tarik baru bagi wisatawan.
Sekretaris Disparekrafpora Gunungkidul, Eko Nur Cahyo, menjelaskan bahwa perubahan bentang alam di Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, terjadi setelah adanya gelombang tinggi yang mengubah pola aliran sungai.
“Gelombang tinggi beberapa waktu yang lalu mengubah penampakan bentang, yang dulu aliran sungai membujur dari barat ke timur sekarang langsung ke arah laut,” kata Eko Nur Cahyo, Senin (24/8/2026).
Eko menambahkan, kondisi geografis Pantai Baron saat ini kembali menyerupai situasi belasan tahun lalu, di mana pulau pasir yang sebelumnya terpisah oleh aliran sungai kini telah menyatu kembali.
“Menurutnya, fenomena ini menjadi keuntungan tersendiri bagi wisatawan karena tidak perlu lagi menggunakan perahu nelayan untuk menyeberang menuju kawasan pantai,” ungkapnya.
“Sekarang pulau pasirnya tidak ada, wisatawan bisa langsung turun ke pasir sampai mendekati air laut tanpa ada halangan sungai,” ujarnya.
Ia menyebutkan bahwa fenomena perubahan di Pantai Baron tergolong cukup langka karena kawasan tersebut baru kembali menyatu setelah melalui siklus waktu sekitar 14 tahun.
“Jadi rentang belasan tahun kalau informasi dari teman-teman yang ada di sana itu 14 tahun yang lalu seperti itu,” katanya.
Terkait prospek wisata ke depan, Eko menegaskan bahwa instansinya akan memanfaatkan momentum perubahan alam ini sebagai strategi baru dalam pemasaran pariwisata daerah.
“Otomatis keindahan Pantai Baron ini berubah sejak adanya perubahan arus aliran sungai itu, ini layak dipublikasikan,” ujarnya.
Eko optimistis bahwa dengan kondisi geografis yang kembali seperti semula, Pantai Baron dapat meraih kembali kejayaannya sebagai destinasi favorit bagi wisatawan keluarga.
“Justru dengan kembalinya posisi Baron, bisa jaya seperti dulu waktu menjadi idola wisatawan keluarga,” katanya.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis
