YOGYAKARTA, Lingkar.news – Setelah sukses menarik 600 pelari pada 2025, Yogyakarta City (YKC) 10K Race kembali digelar pada 2026 dengan skala lebih besar.
Tahun ini, YKC10K Race bekerja sama dengan Dinas Pariwisata DIY dan berhasil menggaet 1.000 peserta terdaftar, menjadikannya salah satu event sport tourism terbesar di Yogyakarta.
YKC10K Race Angkat Sport Tourism DIY
YKC10K Race dikenal sebagai satu-satunya event lari 10 kilometer dengan Cut Off Time (COT) 70 menit. Event sport tourism ini tidak hanya mempromosikan keindahan Yogyakarta, tetapi juga menghadirkan atmosfer kompetitif bagi pelari.
Perwakilan Jorace Sport Organizer, Dian Isnawati, menyampaikan tingginya antusiasme peserta diharapkan memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata Yogyakarta sekaligus mengampanyekan gaya hidup sehat.
“Alhamdulillah tahun ini kita sudah mencapai 1.000 peserta. Semoga ini memberikan spirit bahwa 70 menit bisa dicapai oleh siapa pun selama rajin latihan,” ujar Dian dalam konferensi pers YKC10K Race di Hotel Malioboro Prime Yogyakarta, Senin (2/2/2026).
Ia menegaskan bahwa target 10 kilometer dengan COT 70 menit bukan sesuatu yang eksklusif dan dapat diraih oleh semua peserta dengan latihan teratur.
Pembatasan Peserta demi Kualitas Lomba
Race Director YKC10K, Septyadi Pityanta, menjelaskan pembatasan jumlah peserta dilakukan untuk menjaga kualitas penyelenggaraan dan kenyamanan pelari di lintasan.
“Kalau sampai 2.000 atau 3.000 peserta, kepadatan di rute akan sangat berdampak. Kami ingin pelari tetap enjoy dan bisa menaklukkan target 70 menit,” jelasnya.
Septyadi menegaskan, YKC10K 2026 menargetkan seluruh peserta dapat mencapai garis finis sesuai waktu yang ditetapkan. Pendaftaran yang telah dibuka sejak Oktober 2025 memberikan waktu persiapan sekitar tiga bulan bagi para pelari.
“Kita ingin sebanyak mungkin, bahkan seribu peserta, bisa finis semuanya tanpa terkena COT,” ujarnya.
COT Terpendek untuk Lari 10K di Indonesia
Project Manager YKC10K, Ricky Kurniawan, menyebutkan bahwa YKC10K Race merupakan event lari 10K dengan COT terpendek di Indonesia. Umumnya, event sejenis menerapkan COT hingga 120 menit.
“Di YKC, semua peserta harus berlari. Minimal pace 6.45 untuk bisa finis di bawah 70 menit,” ungkap Ricky.
Kesiapan Medis dengan Standar ALS
Terkait aspek keselamatan, panitia bekerja sama dengan Rumah Sakit Queen Latifa dengan menyiapkan dua unit ambulans berstandar Advanced Life Support (ALS).
“Isinya seperti mini IGD yang dipindahkan ke dalam ambulans, jadi kesiapan medis kami pastikan optimal,” pungkas Ricky.
Jurnalis: Hms
Editor: Basuki