BMKG Gempa bumi M35 di Bantul akibat aktivitas Sesar Opak 750x536 1

Gempa M3,5 Guncang Bantul, BMKG Imbau Warga Waspadai Keretakan Bangunan

Yogyakarta, Lingkar.news – Stasiun Geofisika (Stageof) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 3,5 mengguncang wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Kamis (20/08/2026), akibat adanya aktivitas Sesar Opak.

Kepala Stageof Sleman, Ardhianto Septiadhi, menjelaskan bahwa episenter gempa bumi tersebut berada pada koordinat 7.88 LS dan 110.45 BT. Lokasi tepatnya berada di darat, berjarak 11 kilometer arah timur laut Bantul, dengan kedalaman hiposenter mencapai 21 kilometer.

“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas Sesar Opak,” ujar Ardhianto dalam keterangannya di Yogyakarta, Kamis.

Ia menambahkan, getaran gempa dirasakan oleh warga di Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta dengan skala III MMI, di mana getaran terasa seolah ada truk bermuatan melintas. Sementara itu, di wilayah Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Sleman, serta Klaten, Solo, dan Magelang, getaran tercatat pada skala II MMI yang membuat benda ringan tergantung bergoyang.

Sebagai langkah mitigasi, BMKG menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap struktur bangunan pascagempa. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi risiko kerusakan bangunan yang mungkin tidak disadari akibat guncangan.

“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” imbaunya.

Ardhianto juga menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan mengenai dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat peristiwa tersebut. Hasil monitoring BMKG hingga pukul 17.39 WIB pun menunjukkan belum adanya aktivitas gempa bumi susulan.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, serta agar senantiasa menghindari bangunan yang retak atau rusak.

Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis