peta guncangan gempa bumi bantul

Gempa M4,5 Guncang Bantul, Sejumlah Warga DIY Panik Berlarian Keluar Bangunan

YOGYAKARTA, Lingkar.news Gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,5 mengguncang wilayah Bantul dan sekitarnya, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), pada Selasa (27/1/2026) siang. Getaran gempa membuat sejumlah warga di DIY panik dan berlarian keluar bangunan.

Warga Rasakan Getaran Cukup Kuat

Salah seorang pegawai perusahaan di Kota Yogyakarta, Novan Dwi Setiyanto, mengaku merasakan guncangan cukup kuat meski berlangsung singkat.

“Tadi gempa terasa kencang, meski cuma beberapa detik. Badan seperti didorong,” ujar Novan saat dihubungi, Selasa (27/1/2026).

Ia menyebut sebagian rekan kerjanya sempat keluar gedung saat gempa. “Sebagian teman-teman tadi berlari keluar kantor. Saya tidak sampai keluar,” katanya.

Suasana Panik di Kafe dan Permukiman

Getaran gempa juga dirasakan warga lain Seto Pangaribowo saat berada di sebuah kafe di Kota Yogyakarta. Menurutnya, suasana kafe sempat gaduh karena para pengunjung terkejut.

“Saat bersama teman-teman di kafe pada kaget, aku nyaris lari,” ujarnya.

Sementara itu, Tria, warga Seyegan, Kabupaten Sleman, mengaku merasakan gempa saat berada di kamar mandi sehingga tidak sempat keluar rumah. Meski demikian, ia melihat sejumlah tetangganya berhamburan keluar rumah akibat panik.

BMKG: Gempa Dangkal Akibat Sesar Opak

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik terjadi pada pukul 13.15 WIB. Berdasarkan analisis terbaru, gempa memiliki magnitudo 4,5.

Kepala Stasiun Geofisika Sleman Ardhianto Septiadhi menjelaskan episenter gempa berada di koordinat 7,87 derajat Lintang Selatan (LS) dan 110,49 derajat Bujur Timur (BT), atau tepatnya di darat sekitar 16 kilometer timur Bantul, dengan kedalaman 11 kilometer.

“Gempa ini merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas Sesar Opak,” jelas Ardhianto.

Gempa Dirasakan hingga Trenggalek

Menurut BMKG, gempa dirasakan di wilayah Bantul, Gunungkidul, Kulon Progo, Sleman, Kota Yogyakarta, dan Klaten dengan intensitas III MMI, atau getaran terasa seperti truk bermuatan melintas.

Sementara di wilayah Wonogiri, Purworejo, Trenggalek, Solo, Pacitan, dan Magelang, gempa dirasakan dengan intensitas II MMI atau dirasakan oleh sedikit orang dan benda ringan yang digantung bergoyang.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami,” ujar Ardhianto.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki