Danantara PSEL Yogyakarta diproyeksikan aliri listrik 15 ribu rumah 750x536 1

Investasi Rp3 Triliun, PSEL Yogyakarta Siap Alirkan Listrik untuk 15 Ribu Rumah

Yogyakarta, Lingkar.news – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) memproyeksikan pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mampu menyuplai kebutuhan listrik bagi sekitar 15 ribu rumah.

Direktur Investasi Danantara, Fadli Rahman, pada Selasa (11/8/2026) menjelaskan bahwa operasional PSEL di Yogyakarta memerlukan pasokan sampah minimal seribu ton per hari yang bersumber dari Kabupaten Bantul, Sleman, dan Kota Yogyakarta.

Rata-rata memang seribu ton sampah itu setara dengan 18 sampai 20 megawatt, tergantung dari desain itu sendiri. Jadi listrik yang dihasilkan bisa melistriki sekitar 15 ribu rumah di kawasan Yogyakarta.

Fadli menambahkan bahwa energi listrik yang dihasilkan nantinya akan dibeli dan dikelola oleh PLN. Proses ini memerlukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara pemerintah dengan pihak PLN, serupa dengan mekanisme pengelolaan PSEL di daerah lain.

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025, listrik PSEL akan dibeli oleh PLN sebesar 20 sen dolar AS per kWh, yang ini akan mencakup kerja sama selama 30 tahun. Listrik yang akan dicapai secara konsisten 18 sampai 20 megawatt per hari.

Menurut Fadli, model bisnis ini memastikan listrik akan dibayar langsung oleh PLN, sementara pemerintah daerah tidak mengeluarkan biaya untuk listrik, melainkan hanya menanggung biaya operasional pasokan sampah.

Ada beberapa potensi penambahan pendapatan untuk daerah termasuk dari sisi pajak dari sisi lapangan pekerjaan, dan dari sisi abu bawah yang nanti produk selain listrik yang bisa dikerjasamakan dengan pengusaha lokal.

Berdasarkan proyeksi teknis, keberadaan PSEL di Yogyakarta diharapkan mampu menciptakan efisiensi energi sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi daerah melalui penciptaan lapangan kerja dan optimalisasi produk sampingan sampah.

Proyek PSEL Yogyakarta ini rencananya akan dibangun di lahan seluas 5,7 hektare di dekat bekas Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul, dengan estimasi nilai investasi mencapai Rp2,5 triliun hingga Rp3 triliun. Pembangunan fisik ditargetkan dimulai pada tahun 2027 dan rampung pada 2028.

Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis