YOGYAKARTA, Lingkar.news – Perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Yogyakarta KA 721 rute Palur–Yogyakarta sempat terhenti di Stasiun Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), akibat gempa bumi tektonik magnitudo 5,5 yang berpusat di Pacitan, Jawa Timur, Selasa (27/1/2026) pukul 08.20 WIB.
Penghentian sementara dilakukan sebagai bagian dari prosedur keselamatan pascagempa untuk memastikan kondisi prasarana perkeretaapian aman dilalui.
Pemeriksaan Prasarana Pascagempa
Manajer Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, mengatakan seluruh perjalanan kereta api sempat dihentikan sementara guna melakukan pemeriksaan menyeluruh.
“Pemeriksaan prasarana pascagempa merupakan prosedur wajib KAI untuk memastikan aspek keselamatan tetap terjaga,” ujar Feni saat dikonfirmasi di Yogyakarta, Selasa (27/1/2026).
Ia menjelaskan tim lapangan langsung melakukan pengecekan terhadap jalur rel, jembatan, serta fasilitas pendukung perkeretaapian lainnya.
Baca juga: Gempa M5,5 Guncang Pacitan, Getaran Terasa hingga Bali Selatan
Perjalanan Kereta Kembali Normal
Setelah hasil pemeriksaan menyatakan seluruh lintas dan jalur aman, perjalanan kereta api kembali diizinkan beroperasi.
Feni menyebut operasional kereta kembali normal pada pukul 08.48 WIB. Selama proses pemeriksaan, tercatat 16 perjalanan kereta api sempat berhenti sementara, termasuk KRL Yogyakarta–Palur KA 712 dan KA 721.
Salah seorang penumpang KA 721, Intan Martha B, mengaku kereta yang ditumpanginya sempat berhenti sesaat setelah tiba di Stasiun Maguwoharjo.
Menurutnya, penghentian perjalanan disampaikan kepada penumpang melalui pengumuman pengeras suara di dalam kereta.
“Gempanya tidak terasa, tapi dari pengumuman disampaikan kereta tidak bisa jalan karena ada gempa dan harus dilakukan pengecekan jalur,” ujar karyawan BUMN asal Solo tersebut.
Ia menyebut kereta berhenti sekitar 25 menit sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Getaran Gempa Terasa di DIY
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa bumi tektonik magnitudo 5,5 terjadi pada pukul 08.20 WIB.
Pusat gempa berada di koordinat 8,14 derajat Lintang Selatan (LS) dan 111,33 derajat Bujur Timur (BT), atau sekitar 25 kilometer timur laut Pacitan, dengan kedalaman 105 kilometer.
BMKG memastikan gempa tersebut dirasakan di wilayah DIY dengan intensitas II MMI dan tidak berpotensi tsunami.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki
