Yogyakarta, Lingkar.news – Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) Sugiono menyumbangkan dana sebesar Rp5 miliar untuk mendukung pembangunan padepokan pencak silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Yogyakarta pada Sabtu. Penyerahan bantuan ini bertujuan untuk mempercepat proses penyediaan fasilitas olahraga sekaligus wadah pembentukan karakter generasi muda di wilayah tersebut.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Sugiono saat menghadiri pengajian akbar pembangunan padepokan pencak silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah. Dalam kesempatan itu, ia menegaskan komitmen penuh PB IPSI terhadap pengembangan infrastruktur bela diri di tanah air.
“PB IPSI akan menyumbangkan Rp5 miliar untuk pembangunan dengan harapan sumbangan ini bisa mempercepat proses pembangunan,” ujar Sugiono, dikutip dari keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Sabtu (20/6/2026).
Sugiono menyampaikan bahwa PB IPSI mendukung penuh pembangunan padepokan pencak silat tersebut agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat luas.
Nantinya, padepokan tidak hanya difungsikan untuk melatih fisik dan keterampilan sebagai insan pencak silat, tetapi juga membentuk mental generasi bangsa.
Sugiono juga mengapresiasi Tapak Suci Putera Muhammadiyah yang akan melatih anak-anak yatim piatu serta korban perundungan atau bullying di fasilitas tersebut.
“Hal ini merupakan bentuk nyata dari upaya pembangunan karakter yang dilakukan oleh perguruan Silat Tapak Suci Putra Muhammadiyah yang harus kita akui bersama selalu berkembang sesuai dengan perkembangan waktu dan tuntutan zaman,” kata Sugiono.
Padepokan pencak silat Tapak Suci Putera Muhammadiyah akan dibangun secara bertahap di lahan seluas 4.000 meter persegi dengan total estimasi anggaran senilai Rp20 miliar.
Selain menjadi pusat latihan, padepokan di Yogyakarta tersebut akan difungsikan sebagai Akademi Pencak Silat untuk pelatihan khusus anak-anak yatim piatu serta korban perundungan.
Fasilitas ini juga dirancang sebagai gedung serbaguna yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga seperti basket dan tenis. Selain itu, pengelola akan menyediakan ruang khusus bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di lingkungan sekitar padepokan guna menggerakkan ekonomi lokal. (rara-lingkar.news)
