BANTUL, Lingkar.news – Le Gareca Art Gallery menghadirkan pameran tunggal Dwi Putro atau yang akrab disapa Pak Wi bertajuk Providentia Dei: Penyelenggaraan Ilahi di Le Gareca Space, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Pameran yang berlangsung pada 24 Oktober hingga 7 November 2026 ini mengajak pengunjung menafsirkan imajinasi, ekspresi, dan batas-batas kewajaran dalam seni.
Pameran dibuka pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 16.30 WIB, dan terbuka untuk umum. Melalui karya-karya Dwi Putro, pengunjung diajak melihat bagaimana ekspresi artistik dapat menghadirkan beragam makna yang tidak selalu mudah dimasukkan ke dalam kategori tertentu.
Dalam pengantar kuratorial bertajuk Paradoks Pandora dalam Kepala, Agus Noor mengajak pengunjung meninjau kembali batas antara seni yang dianggap berada di arus utama dan karya yang kerap ditempatkan di luarnya.
Salah satu gagasan yang disoroti ialah Art Brut, istilah yang digunakan untuk membicarakan karya dengan ekspresi mentah atau kasar, serta kaitannya dengan outsider art.
Menurut Agus Noor, pengelompokan tersebut menyisakan pertanyaan tentang sejauh mana ekspresi yang dianggap tidak lazim dapat dibedakan dari praktik artistik yang diterima dalam dunia seni.
Dalam proses kreatif, keganjilan, eksentrisitas, dan kejeniusan tidak selalu memiliki batas yang tegas. Karena itu, karya seni tidak selalu dapat dipahami hanya melalui klasifikasi atau norma yang telah terbentuk.
Untuk membuka perspektif tersebut, Agus Noor menyinggung sejumlah seniman, seperti Michelangelo, Salvador Dalí, Edvard Munch, Vincent van Gogh, dan Yoshitomo Nara.
Rujukan ini bukan untuk membandingkan Dwi Putro secara langsung dengan para seniman tersebut, melainkan untuk menawarkan sudut pandang dalam membaca karya tanpa terburu-buru memasukkannya ke kategori tertentu.
Agus Noor, misalnya, melihat karya Yoshitomo Nara menghadirkan ambiguitas melalui ekspresi yang tampak naif dan kekanak-kanakan. Di balik kesan tersebut, muncul ketegangan antara kepolosan dan keputusasaan, serta antara lamunan dan penderitaan.
Kontras itu memperlihatkan bahwa bahasa visual yang terlihat sederhana dapat menyimpan kompleksitas pengalaman manusia.
Pendekatan serupa membuka kemungkinan bagi pengunjung untuk berhadapan langsung dengan karya Dwi Putro dan membangun tafsir berdasarkan pengalaman masing-masing.
Melalui Providentia Dei: Penyelenggaraan Ilahi, Le Gareca Art Gallery membuka ruang untuk mempertanyakan kembali cara pandang terhadap ekspresi artistik.
Pameran ini sekaligus memberi kesempatan bagi pengunjung untuk menemukan makna yang beragam tanpa harus terpaku pada satu penafsiran.
Pengantar kuratorial pameran ini ditulis oleh Agus Noor, dengan kurasi oleh Agus Noor dan Budi Ubrux. Pembukaan pameran akan dilakukan oleh perupa sekaligus akademisi Edi Sunaryo bersama jurnalis Gesit Ariyanto.
Penyelenggaraan pameran ini menjadi bagian dari upaya Le Gareca Art Gallery menghadirkan praktik dan pemikiran seni rupa ke ruang publik serta mempertemukan karya, seniman, dan beragam perspektif pengunjung.
Pameran Providentia Dei: Penyelenggaraan Ilahi berlangsung di Le Gareca Space, Padokan Baru B789, Jogonalan Lor, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 24 Oktober hingga 7 November 2026. Pameran terbuka untuk umum.
Informasi lebih lanjut, wawancara, dan koordinasi peliputan dapat diperoleh melalui tim komunikasi Le Gareca Art Gallery di nomor 085691358127.
Penulis: Alexandre