Sultan HB Pendidikan Paskibraka bekal bentuk karakter generasi bangsa 750x536 1

Paskibraka DIY Rampung Bertugas: Ini Pesan Sri Sultan Hamengku Buwono X

Yogyakarta, Lingkar.news – Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Sri Sultan Hamengku Buwono X, menegaskan pentingnya ilmu dan nilai-nilai yang diperoleh selama pendidikan Paskibraka untuk membentuk karakter generasi penerus bangsa. Pesan ini disampaikan pada Selasa (18/08/2026).

Gubernur DIY menyimpulkan bahwa anggota Paskibraka harus mampu menjadikan pengalaman pendidikan, kedisiplinan, dan perjuangan sebagai landasan moral dalam menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks serta bijak dalam memanfaatkan teknologi.

“Ilmu yang anda dapat selama pendidikan itu yang harus bisa menentukan kedua perjuangan spirit anda untuk masa depan sebagai warga negara Indonesia,” kata Sri Sultan dalam arahan pada acara Ramah Tamah Paskibraka se-DIY bersama Gubernur di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Selasa (18/8/2026).

“Ilmu pemahaman itu juga tidak sembarang anak-anak muda mendapatkan porsi yang sama seperti yang anda lakukan. Sehingga Anda harus bangga dengan semua apa yang anda capai di dalam melaksanakan tugas sebagai Paskibraka,” katanya.

Menurut Sultan, sebagai pengguna teknologi, generasi muda harus mampu membatasi dan mengarahkan pemanfaatannya agar memberikan manfaat, bukan justru bersifat destruktif dan mengikis karakter sebagai manusia yang berbudi luhur dan berbudaya.

“Sebagai anggota Paskibraka, anda bisa lebih dewasa, bisa memahami bagaimana kehidupan itu penuh tantangan, kegagalan, dan kesuksesan itu tergantung bagaimana anda sendiri melihat, merasakan, dan mengalami proses hidup dengan orang lain, ataupun pada perilaku anda sendiri,” katanya.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY, Lilik Andi Aryanto, menjelaskan bahwa proses seleksi Paskibraka se-DIY dilakukan dengan mengutamakan prinsip keadilan dan melibatkan berbagai mitra strategis guna memastikan kualitas peserta.

“Proses seleksi dimulai dari tingkat kabupaten/kota, dilanjutkan seleksi tingkat DIY, hingga penetapan yang memenuhi persyaratan administrasi, kesehatan, kemampuan fisik, intelijensia, kepribadian, wawasan kebangsaan, serta kemampuan peraturan baris berbaris,” katanya.

“Materi pelatihan diantaranya baris berbaris, formasi pengibaran bendera, wawasan kebangsaan, pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, pencegahan radikalisme, dan terorisme, Keistimewaan DIY, kepemimpinan, kepariwisataan, kewirausahaan, public speaking, moral dan etika serta psikologi dan motivasi,” katanya.

Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis