BANTUL, Lingkar.news – Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono meninjau langsung progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kelurahan Poncosari, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat, 2 Januari 2025.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan penyelesaian pembangunan kampung nelayan yang ditargetkan rampung pada akhir Januari 2026.
“Ini bagian dari kegiatan saya melihat progres (pembangunan KNMP) di seluruh daerah, kemarin dari Tuban Jawa Timur lalu hari ini di sini (Bantul),” kata Menteri Trenggono saat meninjau lokasi KNMP Poncosari.
Ia menjelaskan, peninjauan pembangunan KNMP telah dilakukan di sejumlah daerah, antara lain Purworejo dan Pati di Jawa Tengah, serta Cirebon di Jawa Barat. Selanjutnya, KKP juga akan mengecek progres pembangunan KNMP di wilayah Indonesia timur.
“Kita lihat nanti di Indonesia timur kita lihat progres seperti apa, karena kita targetkan di akhir Januari ini sudah selesai pembangunan KNMP di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Trenggono menyebutkan, saat ini terdapat sekitar 60 Kampung Nelayan Merah Putih yang sedang dalam tahap pembangunan di berbagai daerah. Untuk KNMP Poncosari Bantul, progres pembangunan hingga pekan ke-17 telah mencapai 92 persen.
“Lalu, ini akan menjadi model. Sama seperti yang kita bangun pada 18 bulan lalu di Biak (Papua). Hasilnya cukup bagus, kemudian produktivitasnya meningkat sampai 121 persen dan nilai tukar nelayan meningkat signifikan,” katanya.
Ia berharap keberadaan KNMP di Bantul mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat pesisir selatan DIY, khususnya nelayan di Kabupaten Bantul, melalui penguatan sarana dan prasarana perikanan terpadu.
Berdasarkan data pada papan informasi proyek, KNMP Poncosari dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, antara lain tangga pendaratan, perahu nelayan, gudang beku portable, pabrik es portable, shelter pendaratan ikan, kantor pengelola, docking kapal, kios perbekalan, kios kuliner, serta kios pemasaran ikan.
Selain itu, kawasan tersebut juga dilengkapi sarana pascapanen seperti shelter coldbox, shelter perbaikan jaring, bengkel nelayan, revetment, toilet umum, tangki air, penerangan kawasan, tempat pembuangan sampah, hingga instalasi pengolahan air limbah (IPAL) Biotech.
“Seluruh fasilitas yang kita bangun ada. Tadi saya liat beberapa kualitas pengerjaannya saya minta diperbaiki oleh kontraktor. Jadi ada ‘slurry ice’ yang dibutuhkan nelayan, cold storage agar hasil produksinya bisa disimpan di sana,” kata Trenggono.
Jurnalis: Ant
Editor: Rosyid
