SLEMAN, LINGKAR.NEWS – Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Kalurahan, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinas PMK KPS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Evaluasi Pelaksanaan Reformasi Kalurahan Tahun 2022–2027 di Cakra Kembang Hotel, Sleman, Kamis (29/10/2026).
Pertemuan strategis ini bertujuan menyusun Laporan Antara sebagai bahan penilaian capaian program sekaligus merumuskan arah kebijakan pembangunan kalurahan di masa depan.
Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari BPKP Perwakilan DIY, OPD terkait, Bapperida, Dinas PMK kabupaten, hingga perwakilan Panewu, Lurah, dan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM).
Fokus utama diskusi mencakup evaluasi rencana aksi, asesmen kinerja, efektivitas Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Dana Keistimewaan, serta optimalisasi Sistem Informasi Kalurahan (SINKAL).
Kepala Bidang Pemajuan Pembangunan Kalurahan Dinas PMK KPS DIY Suedy menyatakan bahwa evaluasi ini krusial untuk mengidentifikasi kendala di lapangan.
“FGD ini memiliki peran strategis untuk menghimpun data, mengevaluasi capaian, serta merumuskan rekomendasi agar pelaksanaan Reformasi Kalurahan ke depan lebih terarah, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya dalam pembukaan acara.
Dalam sesi pengawasan, perwakilan BPKP Perwakilan DIY, Ali Ihsan, Ak, CA, CFrA, menekankan pentingnya akuntabilitas dalam pengelolaan anggaran, baik Dana Desa maupun Dana Keistimewaan.
Menurutnya, setiap target program harus memiliki dasar yang jelas dan sasaran yang dapat dipertanggungjawabkan. “Monitoring, evaluasi dan tindak lanjut harus dilaksanakan untuk memastikan intervensi berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi Kalurahan,” tegas Ali Ihsan.
Diskusi kelompok terarah juga menyoroti isu strategis mengenai keberlanjutan program pasca-2027. Peserta mendiskusikan opsi transisi dari Reformasi Kalurahan menuju Transformasi Kalurahan dengan mempertimbangkan kesiapan regulasi dan kebutuhan pembangunan di tingkat akar rumput.
Sinergi lintas sektor dinilai menjadi kunci utama agar capaian yang telah diraih tidak terhenti dan tetap mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara responsif.
Penulis : Kuwatana / TAPM Kabupaten – Lokasi : (Kabupaten Sleman)
