Pemda DIY bantu keuangan tanggap darurat gempa NTT sebesar Rp1 miliar 750x536 1

Pemda DIY Serahkan Bantuan Rp1 Miliar untuk para Penyintas Gempa NTT

Yogyakarta, Lingkar.news – Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyalurkan bantuan keuangan tanggap darurat sebesar Rp1 miliar untuk penanganan dampak bencana gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Penyerahan bantuan ini dilakukan di Bangsal Kepatihan, Yogyakarta, pada Rabu (19/08/2026).

Sekretaris Daerah DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, menyatakan bahwa bantuan tersebut diberikan sebagai wujud dukungan nyata Pemda DIY dalam meringankan beban masyarakat NTT yang terdampak bencana.

“Untuk tanggap darurat dari Pemda DIY akan membantu sebesar Rp1 miliar kepada Pemerintah Provinsi NTT untuk mendukung penanganan masyarakat yang terdampak bencana,” ujar Ni Made Dwipanti Indrayanti.

Mengenai teknis penyaluran, pihak Pemda DIY memutuskan untuk menitipkan dana bantuan tersebut kepada Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) agar pendistribusiannya lebih tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan di lokasi bencana.

“Jadi semua kami pusatkan bantuan ini melalui BAZNAS, yang nanti mungkin lembaga tersebut yang akan kemudian menyalurkan bantuan tersebut dengan peruntukannya,” jelasnya.

Selain dana tunai, Pemda DIY juga memberikan bantuan berupa obat-obatan dan perbekalan kesehatan senilai Rp38,48 juta. Tambahan donasi sebesar Rp10 juta yang dihimpun dari para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemda DIY juga akan disalurkan melalui BAZNAS.

“Kemudian juga ada donasi awal dari para aparatur sipil negara (ASN) Pemda DIY yang ini akan terus kita lanjutkan ke depan ini, dan saat ini sudah ada donasi sebesar Rp10 juta yang nanti akan kami salurkan melalui BAZNAS,” tambahnya.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, berharap bantuan ini dapat memberikan kontribusi positif bagi para penyintas di NTT di tengah situasi sulit pascagempa.

“Semoga saja dari bantuan ini ya ada manfaatnya biarpun mungkin tidak memenuhi kebutuhan yang memang dibutuhkan,” tutur Sri Sultan.

Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi NTT, Florida Taty Satyawati, menjelaskan bahwa hingga saat ini kebutuhan mendesak bagi masyarakat di wilayah terdampak seperti Ruteng dan Nagekeo meliputi tenaga kesehatan, tenda pengungsian, dan makanan siap saji. Berdasarkan data per 18 Agustus 2026, tercatat sebanyak 70 orang meninggal dunia akibat peristiwa gempa tersebut.

Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis