YOGYAKARTA, Lingkar.news – Pemerintah tengah menggodok konsep pengembangan Dalem Jayadipuran sebagai Museum Mataram, guna mengisi kekosongan narasi besar terkait peradaban Mataram dalam ekosistem permuseuman nasional.
Hal itu disampaikan Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon saat melakukan kunjungan ke Dalem Jayadipuran di Yogyakarta, Sabtu (28/3/2026).
“Kita sedang menggodok gagasan agar tempat ini bisa menjadi Museum Mataram, sekaligus ruang publik, ruang budaya, dan ruang edukasi yang bisa diakses masyarakat luas,” kata Fadli Zon.
Cagar Budaya Bernilai Sejarah Tinggi
Menurut Menbud, peninjauan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mengembangkan cagar budaya sebagai pusat edukasi dan ruang publik yang hidup dan berkelanjutan, sekaligus tindak lanjut rencana pemanfaatannya sebagai museum dan ruang budaya.
Fadli Zon menekankan bahwa Dalem Jayadipuran merupakan bangunan cagar budaya dengan nilai historis dan arsitektural yang penting.
Gedung yang dibangun pada tahun 1847 ini telah menjadi saksi berbagai peristiwa penting dalam perjalanan sejarah Indonesia dan saat ini berada di bawah pengelolaan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah X Yogyakarta.
Ia menilai, potensi tersebut perlu dihadirkan kembali kepada publik melalui konsep pemanfaatan yang lebih aktif dan terarah.
“Gedung ini adalah cagar budaya penting yang menjadi saksi berbagai peristiwa sejarah. Karena itu, kita ingin menjadikannya sebagai museum yang dapat merekam dan menampilkan perjalanan tersebut kepada publik,” ujarnya.
Jejak Sejarah Kebangkitan Nasional
Dalem Jayadipuran memiliki keterkaitan erat dengan momentum kebangkitan nasional. Di tempat ini pernah berlangsung aktivitas organisasi Jong Java yang berperan dalam membangun kesadaran berorganisasi di kalangan pemuda, yang kemudian menjadi bagian dari proses menuju Sumpah Pemuda 1928.
Selain itu, gedung ini juga pernah menjadi lokasi penyelenggaraan Kongres Perempuan Pertama yang diperingati sebagai Hari Ibu setiap 22 Desember, serta menjadi ruang bagi berbagai kegiatan keilmuan dan kebudayaan.
Fadli Zon berharap agar pengembangan Dalem Jayadipuran dapat diwujudkan secara bertahap dengan perencanaan yang matang, termasuk penguatan kurasi koleksi dan penyusunan narasi sejarah.
Serta menekankan bahwa museum ini diharapkan tidak sekadar menjadi tempat penyimpanan artefak, tetapi berkembang sebagai ruang publik yang dinamis, pusat edukasi, serta simpul penting dalam memperkuat pemahaman masyarakat terhadap sejarah Nusantara.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki
