BANTUL, Lingkar.news – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, akan melakukan perbaikan sekitar 85 unit rumah tidak layak huni (RTLH) agar menjadi layak ditempati pada tahun anggaran 2026.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Bantul, Jimmy Alran Manumpak Simbolon, mengatakan program perbaikan RTLH tersebut akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Pembenahan RTLH rencananya kami lakukan dengan dana APBD, tidak ada Dana Alokasi Khusus (DAK),” ujar Jimmy, Rabu (14/1/2026).
Anggaran Perbaikan RTLH Rp1,5 Miliar
Jimmy menjelaskan, pihaknya belum merinci anggaran per unit rumah yang akan diperbaiki. Namun, total anggaran yang disiapkan untuk perbaikan 85 RTLH tersebut mencapai Rp1,5 miliar.
Selain menggunakan APBD, Pemkab Bantul juga akan mengupayakan peningkatan kualitas rumah melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Pemerintah pusat menargetkan 400 ribu rumah di seluruh Indonesia mendapat bantuan peningkatan kualitas hunian melalui BSPS pada 2026.
Masih Ada Sekitar 2.000 RTLH di Bantul
Menurut Jimmy, hingga saat ini masih terdapat sekitar 2.000 rumah tidak layak huni di wilayah Kabupaten Bantul yang membutuhkan penanganan pemerintah daerah.
“Untuk RTLH yang ditingkatkan kualitasnya melalui APBD 2026, mulai kami kerjakan sekitar Maret–April 2026,” katanya.
Ia menambahkan, proses perbaikan dilakukan secara bertahap, mulai dari tahap perencanaan, pembentukan kelompok, hingga pelaksanaan bedah rumah.
RTLH Jadi Target RPJMD Bantul
Sementara itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan bahwa penanganan RTLH menjadi salah satu prioritas Pemkab yang akan diselesaikan secara bertahap setiap tahun, sebagai bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
“Ini menjadi PR kita dan target pembangunan dalam RPJMD Bantul, agar selama lima tahun ini kita bisa menuntaskan RTLH,” ujarnya.
Menurut Bupati, peningkatan kualitas rumah tidak layak huni dapat dikerjakan melalui berbagai sumber pendanaan, seperti APBD, APBN, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), hingga dukungan dari lembaga masyarakat lainnya. Ia optimistis dengan sinergi berbagai pihak, persoalan RTLH di Bantul dapat dituntaskan.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki
