gunungkidul matangkan persiapan dua lomba desa tingkat diy 2026 1791627823 2 750x536 1

Pemkab Gunungkidul Matangkan Persiapan Hadapi Dua Lomba Desa Tingkat DIY 2026

KABUPATEN GUNUNGKIDUL, LINGKAR.NEWS – Pemerintah Kabupaten Gunungkidul melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMKP2KB) mematangkan persiapan guna menghadapi Lomba Desa Wisata Nusantara Tahun 2026 dan Lomba Inovasi Desa Ramah Perempuan, Peduli Anak, dan Pendidikan Tahun 2026. Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Bangga Kencana Lantai I Dinas PMKP2KB Kabupaten Gunungkidul pada Jumat, 9 Oktober 2026.

Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan, Khoiru Rahmad Widiyanto, ini diikuti oleh jajaran staf Bidang Pemberdayaan Masyarakat serta Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Gunungkidul, Ki-Slamet. Pertemuan ini bertujuan untuk menyamakan pemahaman mengenai ketentuan teknis lomba, menentukan langkah-langkah persiapan, serta mengoordinasikan pembagian peran dalam menyiapkan calon perwakilan dari Kabupaten Gunungkidul.

Berdasarkan ketentuan dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal serta Dinas PMK Dukcapil DIY, pengusulan peserta dan pengunggahan dokumen administrasi beserta bukti dukungnya harus diselesaikan paling lambat 13 Oktober 2026. Tahapan selanjutnya meliputi *technical meeting* daring pada 14 Oktober serta paparan dan wawancara pada 15 Oktober 2026.

“Penyiapan calon peserta perlu dilakukan secara cermat, mulai dari penentuan wakil Kabupaten Gunungkidul hingga pemenuhan dokumen administrasi dan bukti dukung. Setiap tahapan harus mengacu pada ketentuan teknis agar peserta siap mengikuti proses seleksi,” ujar Khoiru Rahmad Widiyanto.

Dalam agenda Lomba Desa Wisata Nusantara Tahun 2026, Dinas PMKP2KB tengah mengkaji tiga kandidat desa wisata untuk dipilih sebagai wakil daerah, yakni Desa Wisata Among Kisma di Kalurahan Bendung (Kapanewon Semin), Desa Wisata Dewi Kampus (Kapanewon Tepus), dan Desa Wisata Nglanggeran. Penentuan wakil ini akan dikoordinasikan lebih lanjut dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul untuk menilai potensi unggulan, inovasi pengelolaan, hingga dampak ekonomi lokalnya.

Sementara itu, untuk Lomba Inovasi Desa Ramah Perempuan, Peduli Anak, dan Pendidikan Tahun 2026, Kalurahan Bleberan telah resmi ditetapkan sebagai calon tunggal yang akan mewakili Kabupaten Gunungkidul. Fokus persiapan saat ini diarahkan pada pemenuhan delapan aspek penilaian administrasi, mulai dari kebijakan dan kelembagaan, pengorganisasian kelompok, hingga praktik baik pemberdayaan masyarakat.

Menanggapi proses seleksi tersebut, TAPM Gunungkidul, Ki-Slamet, menyatakan komitmennya untuk mendampingi para peserta secara intensif dalam melengkapi dokumen administrasi dan materi paparan agar sesuai dengan indikator penilaian.

“TAPM Gunungkidul bersama dengan Pendamping Desa dan Pendamping Lokal Desa di lokasi terpilih akan melakukan pendampingan penyiapan dokumen. Dokumen dan materi paparan harus saling mendukung, di mana inovasi perlu dijelaskan mulai dari latar belakang, proses pelaksanaan, hasil yang dicapai, hingga manfaatnya bagi masyarakat,” pungkas Ki-Slamet.

Penulis : slamet nursanto / TAPM Kabupaten Gunungkidul – Lokasi : (KABUPATEN GUNUNG KIDUL)