pemkal beji gelar fgd penyusunan masterplan kawasan terpadu bahas gedung olahraga dan rumah produksi desa prima 1792648753 1 750x536 1

Pemkal Beji Susun Masterplan Kawasan Terpadu, Fokus Pembangunan GOR dan Rumah Produksi Desa Prima

GUNUNGKIDUL, LINGKAR.NEWS – Pemerintah Kalurahan Beji, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, menggelar Focus Group Discussion (FGD) penyusunan masterplan kawasan terpadu pada Kamis (22/10/2026).

Pertemuan strategis ini difokuskan pada perencanaan pembangunan gedung olahraga (GOR) serta Rumah Produksi Desa Prima guna memperkuat infrastruktur dan ekonomi lokal.

Kegiatan yang berlangsung di Balai Kalurahan Beji tersebut dihadiri oleh Panewu Ngawen, Asar Janjang Riyanti, S.E., M.Ec.Dev., serta jajaran pendamping desa.

Forum ini menjadi wadah krusial bagi para pemangku kepentingan untuk memetakan arah pengembangan kawasan sekaligus menghimpun masukan teknis sebagai landasan penyusunan dokumen masterplan yang komprehensif.

Pendamping Desa, Novi Maulana, S.T., dalam paparannya menekankan pentingnya penggunaan analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) sebagai fondasi utama perencanaan.

Menurutnya, pendekatan ini sangat vital agar potensi dan permasalahan di Kalurahan Beji dapat dipetakan secara sistematis sebelum menentukan strategi pengembangan.

“Dalam penyusunan masterplan kawasan terpadu Kalurahan Beji, penting untuk memulai dengan analisis SWOT agar potensi, kelemahan, peluang, dan tantangan dapat dipetakan secara jelas. Hasil analisis tersebut menjadi dasar dalam merumuskan strategi pengembangan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat,” ujar Novi Maulana.

Lebih lanjut, Novi menyoroti perlunya tahapan pembangunan yang realistis dan terukur berdasarkan skala prioritas. Hal ini bertujuan agar masterplan tidak sekadar menjadi dokumen administratif, melainkan acuan operasional yang dapat dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan.

Terkait rencana pembangunan Rumah Produksi Desa Prima, Novi menegaskan perlunya identifikasi mendalam terhadap pelaku usaha yang masih aktif.

Data mengenai jenis produksi dan kebutuhan fasilitas para pelaku usaha tersebut dinilai krusial agar bangunan yang didirikan nantinya benar-benar fungsional dan tepat sasaran.

“Perlu dilakukan identifikasi terhadap pelaku yang masih aktif berkegiatan, jenis usaha yang dijalankan, serta kebutuhan fasilitas masing-masing. Data tersebut penting sebagai dasar menentukan kebutuhan ruang, sehingga bangunan yang direncanakan nantinya dapat mendukung keberlanjutan kegiatan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Pemerintah Kalurahan Beji berkomitmen menjadikan hasil FGD ini sebagai bahan penyempurnaan perencanaan. Diharapkan, masterplan kawasan terpadu ini nantinya mampu mengintegrasikan pemanfaatan lahan, aksesibilitas, dan infrastruktur pendukung, sehingga memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kesejahteraan warga serta penguatan usaha produktif di wilayah tersebut.

Penulis : Novi Maulana / Pendamping Desa – Lokasi : (Desa Beji, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Gunungkidul)