wakil wali kota yogyakarta wawan harmawan dalam kegiatan business matching ikm

Pemkot Yogyakarta Fasilitasi IKM Jajanan Pasar Jajaki Peluang Kerja Sama dengan Hotel

YOGYAKARTA, Lingkar.news Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta melalui Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM terus mendorong pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) makanan agar mampu naik kelas dan memperluas pasar hingga sektor perhotelan.

Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Business Matching Sentra Industri Snack dan Jajanan Pasar yang digelar di Ruang Audio Visual Gedung Pusat Desain Industri Nasional (PDIN), Kamis (21/5/2026).

Kegiatan ini menjadi wadah temu bisnis antara pelaku IKM sentra jajanan pasar dengan pihak hotel guna membuka peluang kerja sama yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.

Adapun sentra yang terlibat yakni Sentra Snack Jajanan Pasar Karangwaru, Prawirodirjan, dan Wirobrajan, dengan menghadirkan perwakilan 15 hotel di Kota Yogyakarta, chef, purchasing hotel, koperasi hingga perbankan.

Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, mengatakan produk snack dan jajanan pasar memiliki nilai budaya, daya tarik wisata, dan peluang pasar yang luas, termasuk untuk kebutuhan sektor perhotelan.

“Produk-produk snack dan jajanan pasar ini memiliki nilai budaya sekaligus peluang ekonomi yang besar. Namun pelaku IKM masih menghadapi tantangan untuk masuk ke pasar hotel karena harus memenuhi standar kualitas, kebersihan, kemasan, kontinuitas suplai hingga sistem pemesanan yang tertata,” ujarnya.

Menurut Wawan, hotel membutuhkan kepastian dalam pelayanan dan kualitas produk. Karena itu, pelaku usaha harus mampu menjaga kualitas rasa, jumlah produksi, hingga ketepatan pengiriman.

“Hotel membutuhkan kepastian. Produknya harus baik, jumlahnya konsisten, pengiriman tepat waktu dan komunikasi bisnisnya jelas,” tambahnya.

Wawan berharap forum ini tidak berhenti hanya pada tahap perkenalan produk, namun mampu menghasilkan kerja sama konkret antara pelaku IKM dan pihak hotel.

“Harus ada tindak lanjut nyata. Ada daftar kebutuhan hotel, produk IKM yang potensial, masukan dari chef dan purchasing, hingga pembinaan lanjutan bagi pelaku usaha,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan perbankan dan koperasi untuk membantu permodalan pelaku UMKM. Menurutnya, skema pembiayaan seperti KUR super mikro dapat membantu pelaku usaha menjaga arus kas, terutama karena sistem pembayaran hotel umumnya dilakukan secara berkala.

“Kehadiran bank daerah ini untuk menjembatani kebutuhan modal kerja UMKM. Karena pembayaran hotel biasanya tidak langsung, sehingga pelaku usaha tetap perlu dukungan modal agar produksi berjalan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian Koperasi dan UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Raharjo menyampaikan kegiatan tersebut melibatkan tiga sentra jajanan pasar dan didukung oleh Indonesian Chef Association (ICA) DIY.

Rangkaian kegiatan meliputi showcase produk, product tasting, hingga sesi business matching antara pelaku usaha dan pihak hotel.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Bank BPD DIY Cabang Senopati atas dukungan CSR berupa sponsorship sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik. Kami berharap kegiatan ini menghasilkan kerja sama nyata dan berkelanjutan bagi penguatan produk lokal Kota Yogyakarta,” ujarnya.

Ketua Indonesian Chef Association DIY, Fajar Subeni mengapresiasi langkah Pemkot Yogyakarta yang mempertemukan pelaku usaha jajanan pasar dengan sektor perhotelan.

Menurutnya, kebutuhan hotel terhadap jajanan pasar cukup tinggi, terutama untuk meeting, breakfast, coffee break hingga berbagai kegiatan hospitality lainnya.

“Usaha jajanan pasar ini tidak pernah mati. Banyak hotel justru lebih memilih membeli daripada memproduksi sendiri karena biaya produksi yang lebih besar. Ini menjadi peluang besar bagi UMKM lokal,” kata Fajar.

Jurnalis: Hms
Editor: Basuki