Pemkot gerakkan ekonomi rakyat lewat peringatan HUT Ke 270 Yogyakarta 750x536 1

Peringatan HUT ke-270 Kota Yogyakarta Digelar 2 Bulan, Fokus pada UMKM dan Wisata

Yogyakarta, Lingkar.news – Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta resmi meluncurkan rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-270 Kota Yogyakarta yang berlangsung selama dua bulan, mulai Jumat (07/08/2026).

Rangkaian perayaan ini akan menyajikan sekitar 120 kegiatan yang melibatkan perangkat daerah, wilayah, satuan pendidikan, komunitas, hingga berbagai elemen masyarakat guna menggerakkan ekonomi lokal sekaligus sarana promosi pariwisata.

“Perayaan harus menggerakkan ekonomi, mempererat persaudaraan, serta menumbuhkan kebanggaan sebagai warga Yogyakarta,” kata Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo usai peluncuran logo HUT Ke-270 Kota Yogyakarta, Jumat (07/08/2026).

Menurut Hasto, terdapat berbagai agenda besar seperti Kotabaru Heritage Film Festival, Festival Kabudayaan Yogyakarta, Gemati Pasar Jogja, Festival Sastra Yogyakarta, Festival Prawirotaman, Batik Day, Bakpia Day, serta Malioboro Day.

“Setiap agenda harus membuka ruang partisipasi bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), seniman, komunitas, generasi muda, kelompok rentan, hingga masyarakat di kampung-kampung,” ujarnya.

Hasto menekankan bahwa seluruh rangkaian kegiatan yang berpuncak pada Wayang Jogja Night Carnival tanggal 7 Oktober 2026 ini bertujuan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Sebagai pembuka, dilakukan kerja bakti massal oleh ASN di 270 titik wilayah kota.

“Kerja bakti menjadi salah satu ruang ‘srawung’ yang mempertemukan pemerintah, masyarakat, dunia pendidikan, komunitas, maupun pelaku usaha dalam kedudukan yang setara sebagai warga Kota Yogyakarta,” jelasnya.

Pemerintah kota optimistis durasi perayaan yang lebih panjang ini akan memperkuat sektor pariwisata melalui peningkatan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Yogyakarta, Budi Santoso Asrori, menambahkan bahwa durasi peringatan yang cukup lama ini menjadi daya tarik strategis dalam mempromosikan kota.

“Durasi peringatan memang cukup panjang, menjadi salah satu ‘event’ menarik wisatawan. Paling tidak sebagai branding wisata di kota Yogyakarta, dan Wayang Jogja Night Carnival kembali dihadirkan setelah tahun lalu off,” ungkap Budi.

Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis