SLEMAN, LINGKAR.NEWS – Pemerintah Kalurahan Merdikorejo dan Lumbungrejo, Kapanewon Tempel, Kabupaten Sleman, menggelar kegiatan pembelajaran mandiri e-learning aplikasi electronic Human Development Worker (eHDW) bagi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) pada Selasa, 3 November 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya strategis dalam memperkuat tata kelola data kesehatan dan meningkatkan kapasitas kader di tingkat desa guna memutus rantai stunting secara presisi.
Kegiatan yang berlangsung di kantor kalurahan masing-masing ini melibatkan empat pilar utama penanganan stunting, yakni unsur Kamituwo, Kader Pembangunan Manusia (KPM), Kader Posyandu, serta Pendamping Keluarga. Melalui platform digital eHDW, para peserta diwajibkan menuntaskan enam modul pembelajaran berkelanjutan yang mencakup pemahaman konsep dasar stunting, teknik pemantauan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), hingga pengoperasian instrumen digital untuk identifikasi risiko di lapangan.
Pelaksanaan kegiatan ini berlandaskan pada Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting serta Permendesa PDTT Nomor 7 Tahun 2023 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa. Integrasi teknologi digital ini diharapkan mampu mendukung akurasi intervensi spesifik dan sensitif di setiap padukuhan sesuai dengan kebijakan Pemerintah Kabupaten Sleman.
Kamituwo Merdikorejo, Afriyanto Suhardi, menegaskan bahwa penguasaan aplikasi eHDW merupakan kunci utama dalam menciptakan intervensi gizi yang tepat sasaran. “Aplikasi eHDW bukan sekadar instrumen pelaporan administratif semata, melainkan pusat kendali data konvergensi stunting di kalurahan kita. Melalui pembelajaran mandiri ini, kami ingin memastikan bahwa seluruh pilar TP3S Merdikorejo memiliki kecakapan digital yang matang untuk membaca situasi riil di lapangan,” ujar Afriyanto.
Senada dengan hal tersebut, Kamituwo Lumbungrejo, Suwanto, menyatakan bahwa sinergi empat pilar melalui pemanfaatan teknologi digital ini menjadi modal penting bagi para kader untuk melakukan deteksi dini terhadap keluarga berisiko stunting. Menurutnya, pemahaman mendalam terhadap alur kerja aplikasi eHDW akan mempermudah penerjemahan kebijakan pemerintah menjadi aksi nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Dengan selesainya seluruh modul pelatihan, TP3S di kedua kalurahan tersebut kini memiliki bekal teknis yang lebih mumpuni. Diharapkan, peningkatan performa pelaporan dan kualitas analisis data ini akan mempercepat pencapaian target penurunan angka stunting secara akuntabel dan berkesinambungan di wilayah Kapanewon Tempel.
Penulis : Puji Supriyanto / Pendamping Lokal Desa – Lokasi : (Kabupaten Sleman)
