BANTUL, LINGKAR.NEWS – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan (DPMK) Kabupaten Bantul menggelar peningkatan kapasitas kader Posyandu se-Kapanewon Banguntapan di Joglo Sulastaman, Wirokerten, Rabu (4/11/2026). Kegiatan yang didukung melalui Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Pokok Pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Bantul ini difokuskan pada penguatan peran kader dalam pencegahan stunting melalui implementasi enam Standar Pelayanan Minimal (6 SPM).
Kegiatan ini menghadirkan Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Bantul, Yuni Lestari, dan Ketua TP Posyandu Kalurahan Wirokerten yang juga anggota DPRD Kabupaten Bantul, Endro Sulastomo, sebagai narasumber. Fokus utama pembahasan adalah pergeseran paradigma Posyandu yang kini tidak lagi sekadar tempat penimbangan balita, melainkan pusat pelayanan masyarakat yang mengintegrasikan enam bidang dasar, yakni kesehatan, pendidikan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum, serta sosial.
Yuni Lestari dalam paparannya menegaskan bahwa stunting merupakan persoalan kompleks yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan intervensi gizi. Menurutnya, kader Posyandu memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dini berbagai hambatan yang dihadapi keluarga, mulai dari sanitasi hingga akses perlindungan sosial.
“Kader juga berperan dalam mengedukasi keluarga, mendorong pemanfaatan layanan dasar, mengenali kondisi yang membutuhkan perhatian, serta membantu memastikan keluarga memperoleh pendampingan yang sesuai,” ujar Yuni Lestari saat memberikan materi di hadapan para kader.
Melalui pendekatan 6 SPM, kader didorong untuk menjadi penghubung antara masyarakat dengan pemerintah kalurahan, Puskesmas, dan perangkat daerah terkait. Data yang dihimpun di lapangan diharapkan tidak hanya menjadi catatan administratif, tetapi menjadi dasar intervensi lintas sektor yang lebih responsif.
Kegiatan ini diharapkan mampu mengubah pola kerja kader agar lebih kolaboratif dan konsisten. Dengan sistem pelayanan yang menjangkau keluarga secara tepat, diharapkan risiko stunting dapat diidentifikasi lebih dini sehingga setiap anak di Kabupaten Bantul mendapatkan kesempatan tumbuh optimal.
Penulis : Yuni Lestari / Tenaga Ahli Kabupaten Bantul – Lokasi : (Desa Wirokerten, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul)
