GUNUNGKIDUL, LINGKAR.NEWS – Sebanyak 143 pengurus dan karyawan dari 16 Badan Usaha Milik Kalurahan Bersama Lembaga Keuangan Desa (BUMKalma-Lkd) se-Kabupaten Gunungkidul mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas di Pantai Slili, Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, pada Jumat (19/9/2026). Kegiatan yang diinisiasi oleh Forum Direktur BUMKalma-Lkd Gunungkidul ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi serta memantapkan strategi pengembangan bisnis pasca-transformasi dari Unit Pengelola Kegiatan (UPK).
Ketua Forum Direktur BUMKalma-Lkd Gunungkidul, Drs. H. Wastana, menyatakan bahwa agenda ini menjadi momentum krusial bagi seluruh pengelola untuk menyatukan visi. “Kegiatan hari ini merupakan sarana silaturahmi sekaligus untuk menjaga kekompakan pengurus dan karyawan BUMKalma-Lkd se-Gunungkidul,” ujar Wastana dalam sambutan pembuka.
Mewakili Plt. Kepala Dinas PMKP2KB Gunungkidul, Arif Hanafi, S.I.P., menekankan pentingnya profesionalisme dan semangat kolektif dalam mengelola BUMKalma-Lkd. Menurutnya, keberhasilan lembaga sangat bergantung pada inovasi dan ketangguhan pengurus. “Dengan semangat terus maju, pantang mundur, teteg ati lan ngati-ati, serta guyub rukun, kita yakin BUMKalma-Lkd akan terus ngrembaka (berkembang). BUMKalma-Lkd harus terus maju dengan inovasi, tangguh menghadapi tantangan, profesional dalam pengelolaan, mandiri dalam mengembangkan potensi, dan berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” jelas Arif.
Sementara itu, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul, Ki-Slamet, S.Pd., S.H., menyoroti urgensi evaluasi menyeluruh menjelang usia empat tahun transformasi UPK menjadi BUMKalma-Lkd. Ia menekankan bahwa setiap kebijakan harus terukur efektivitasnya. “Akhir tahun ini kita sudah memasuki usia keempat pasca transformasi. Saatnya kita melakukan evaluasi dari segala kebijakan dan pengaturan untuk mengetahui kita berada di posisi mana dan kondisi kita seperti apa. Evaluasi ini kita niatkan untuk memastikan hari ini lebih baik dari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini,” tegas Ki-Slamet.
Selain aspek bisnis, Ki-Slamet juga mendorong BUMKalma-Lkd untuk lebih peka terhadap isu sosial, seperti krisis air bersih di Gunungkidul, serta mencermati tantangan regulasi perpajakan terbaru, yakni PP No. 20 Tahun 2026. Ia menyarankan penguatan sistem kelembagaan melalui peninjauan kembali AD/ART dan SOP agar tetap relevan dengan kebutuhan bisnis yang semakin kompetitif.
Senada dengan hal tersebut, Direktur BUMKalma Mekarsari Tepus, Drs. Sukismiyono, menyambut positif kegiatan ini. “Kegiatan ini sangat penting dan bermanfaat untuk melatih kekompakan pengurus dalam mengelola dan mengembangkan BUMKalma-Lkd di Gunungkidul. Harapannya, kekompakan yang terbangun tidak berhenti dalam kegiatan ini, tetapi dapat dibawa kembali ke lembaga masing-masing untuk memperkuat pengelolaan BUMKalma-Lkd,” ungkapnya.
Rangkaian kegiatan yang berlangsung sejak pukul 07.30 hingga 14.00 WIB tersebut ditutup dengan sesi outbound. Kegiatan ini dirancang khusus untuk membangun keakraban antar-pengurus, dengan instruktur yang berasal dari kalangan pengurus BUMKalma-Lkd sendiri yang memiliki pengalaman dalam pengembangan sumber daya manusia.
Penulis : Slamet Nursanto / TAPM Kabupaten Gunungkidul – Lokasi : (Desa Purwodadi, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul)
