GUNUNG KIDUL, LINGKAR.NEWS – Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Kabupaten Gunungkidul, Aris Nurkholis, memperkenalkan metode inovatif pembelajaran akuntansi menggunakan lima jari tangan kepada pengurus Badan Usaha Milik Kalurahan (BUMKal) se-Kapanewon Nglipar.
Metode ini disampaikan dalam kegiatan Pelatihan Pengelolaan Keuangan BUMKal yang berlangsung di Ruang Rapat Kapanewon Nglipar, Selasa (27/10/2026), guna menyederhanakan pemahaman dasar akuntansi bagi para direktur dan bendahara BUMKal.
Dalam pelatihan tersebut, Aris menggunakan lima jari tangan sebagai alat bantu visual untuk menjelaskan lima unsur utama akuntansi, yakni aset, kewajiban, modal, pendapatan, dan beban.
“Melalui pendekatan tersebut, setiap jari memiliki makna tersendiri. Ibu jari menggambarkan aset, jari telunjuk menggambarkan kewajiban, jari tengah menggambarkan modal, jari manis menggambarkan pendapatan, sedangkan jari kelingking menggambarkan beban,” ujar Aris Nurkholis saat memaparkan materi.
Aris menjelaskan, metode ini dirancang agar peserta lebih mudah mengingat kelompok akun serta memahami konsep dasar pencatatan transaksi.
Melalui analogi jari, ia menekankan bahwa ibu jari dan kelingking berfungsi sebagai pengingat posisi debit untuk aset dan beban, sementara jari telunjuk, tengah, dan manis mewakili posisi kredit untuk kewajiban, modal, dan pendapatan.
Selain itu, ia menggunakan perbandingan ukuran jari manis dan kelingking sebagai pengingat agar beban usaha senantiasa dikendalikan agar tidak melampaui pendapatan.
Menurut Aris, penguasaan terhadap lima unsur tersebut merupakan fondasi krusial sebelum pengurus menyusun laporan keuangan.
“Pengurus BUMKal, khususnya direktur dan bendahara, harus memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan aset, kewajiban, modal, pendapatan, dan beban. Jika konsep dasarnya sudah dipahami, proses pencatatan transaksi hingga penyusunan laporan keuangan akan lebih mudah dilakukan,” tambahnya.
Kegiatan ini bertujuan untuk membekali pengurus BUMKal agar mampu menyusun laporan keuangan secara tertib, transparan, dan akuntabel sesuai standar yang berlaku.
Dengan pendekatan yang lebih sederhana, diharapkan kualitas tata kelola BUMKal di wilayah Kapanewon Nglipar dapat meningkat, sehingga keberlanjutan usaha dapat terjaga dengan lebih baik melalui evaluasi keuangan yang akurat.
Penulis : Aris Nurkholis / Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) – Lokasi : (Desa Nglipar, Kabupaten Gunungkidul)
