GUNUNG KIDUL, LINGKAR.NEWS – Pemerintah Kalurahan Planjan, Kapanewon Saptosari, Kabupaten Gunung Kidul melakukan monitoring intensif terhadap program ketahanan pangan tahun anggaran 2025 dan 2026 pada Kamis (15/10/2026). Kegiatan ini difokuskan pada evaluasi sektor peternakan ayam petelur serta budidaya hortikultura berupa tanaman timun dan cabai guna memastikan keberlanjutan ekonomi masyarakat setempat.
Dalam pemantauan tersebut, usaha peternakan ayam petelur yang bersumber dari anggaran tahun 2025 dilaporkan masih beroperasi optimal dengan rata-rata produksi mencapai 50 kilogram telur per hari. Sementara itu, untuk program tahun 2026, budidaya tanaman timun telah memasuki masa panen perdana dengan hasil 41 kilogram, sedangkan tanaman cabai saat ini masih dalam tahap awal pertumbuhan.
Menanggapi capaian tersebut, Ulu-ulu Kalurahan Planjan, Candra, menekankan pentingnya efisiensi dalam pengelolaan aset desa. “Maksimalkan produktivitas dan minimalisir operasional,” tegas Candra di sela-sela kegiatan monitoring.
Kegiatan monitoring ini turut dihadiri oleh jajaran pamong kalurahan, di antaranya Kamituwo Muji dan Jogoboyo Suroto. Pendamping Desa, Ali Rosidin, menyatakan bahwa evaluasi ini krusial untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai perencanaan. Menurutnya, keberhasilan sektor peternakan dan hortikultura ini menjadi indikator positif dalam upaya penguatan kemandirian pangan di tingkat kalurahan.
Pihak pemerintah kalurahan berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan intensif, terutama terkait pemeliharaan kesehatan ternak dan perawatan tanaman. Hasil monitoring ini nantinya akan dijadikan acuan evaluasi untuk meningkatkan kualitas program ketahanan pangan pada tahun-tahun mendatang agar memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Penulis : Ali Rosidin / Pendamping Desa – Lokasi : (Kalurahan Planjan, Saptosari, Gunung Kidul)
