Menbud akan pastikan kabar soal rumah peninggalan Sardjito yang dijual 750x536 1

Rumah Bersejarah Pahlawan Nasional Prof. Sardjito Dijual, Ini Kata Menbud

JAKARTA, LINGKAR.NEWS – Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa pihaknya akan memastikan status bangunan hingga informasi lainnya terkait rumah peninggalan Pahlawan Nasional Indonesia Prof. Dr. Sardjito di Terban, Yogyakarta yang dijual oleh pihak keluarga di Jakarta.

“Karena itu milik pribadi tentu kita tidak mempunyai kewenangan kecuali itu cagar budaya, kita berharap mungkin ada yang tertarik untuk memilikinya terutama sehingga menjadikan itu misalnya ruang publik seperti museum dan semacam itu coba nanti akan kita lihat,” kata Fadli dalam wawancara cegat di Jakarta, Rabu (20/05/2026).

Fadli mengakui bahwa pihaknya belum menerima informasi secara lengkap terkait kabar tersebut.

“Nanti akan kita cek dulu ya kita belum dapat informasi yang utuh,” katanya.

Sebelumnya, dikabarkan bahwa pihak keluarga pahlawan nasional sekaligus rektor pertama Universitas Gadjah Mada yakni Prof. Dr. Sardjito menjual rumah peninggalan yang berada di Jalan Cik Di Tirto, Terban, Yogyakarta.

Rumah dengan arsitektur jengki itu diketahui berlokasi tidak jauh dari kampus UGM serta memiliki koleksi yang bersejarah milik sang pahlawan nasional. Selain furnitur, tersimpan pula buku-buku hingga koleksi keris di dalam rumah yang memiliki luas tanah 1.206 meter persegi dengan luas bangunan 800 meter persegi tersebut.

Pada bagian belakang rumah juga terdapat kantor yang merupakan kantor obat tradisional temuan Sardjito yakni Calcusol. Sardjito merupakan pria kelahiran Magetan yang menjadi salah satu pendiri sekaligus rektor pertama Universitas Gadjah Mada pada 1950-1961.

Nama Sardjito diabadikan sebagai nama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) di Yogyakarta atas jasanya dalam peperangan dengan membantu pengobatan darurat bagi para gerilyawan pada masa penjajahan. Ia juga merupakan salah satu tokoh pendiri Palang Merah Indonesia (PMI) dan tokoh farmasi yang membuat obat tradisional maupun modern.

Sardjito pernah mendapat amanat pemerintah Indonesia untuk mengambil alih Institut Pasteur bentukan Belanda dan menjadi Kepala PMI Bandung. PMI yang didirikan pada 9 September 1945 tersebut merupakan yang pertama di Indonesia. (LINGKAR NETWORK)