Yogyakarta, Lingkar.news – Sebanyak 68 karya fotografi jurnalistik milik Perum LKBN ANTARA dipamerkan di kawasan Titik Nol Kilometer Kota Yogyakarta pada 14-21/08/2026. Pameran yang digelar di sisi barat dan timur kawasan ikonik tersebut mengusung tema MERDEKA sebagai bentuk refleksi perjalanan bangsa.
Direktur Utama Perum LKBN ANTARA, Benny Siga Butarbutar, menyatakan bahwa pameran ini bertujuan untuk merayakan kembali nilai-nilai historis, emosi, dan semangat perjuangan pahlawan melalui rekaman peristiwa yang autentik.
Sebagai satu-satunya kantor berita resmi milik pemerintah, ANTARA merekam peristiwa tanpa mengubah kenyataan, membekukan sekejap waktu agar terus berbicara kepada setiap generasi, ujar Benny saat pembukaan pameran, Jumat (14/8/2026) sore.
Benny menambahkan bahwa pemilihan lokasi di ruang publik terbuka bertujuan untuk mendekatkan informasi pembangunan nasional kepada masyarakat secara inklusif.
Dengan 68 karya foto di ruang publik terbuka yang ikonik ini, kami berharap mampu menjadikan ruang informasi yang dekat bagi masyarakat dalam menambah wawasan dalam program pembangunan nasional, kata Benny.
Terkait strategi pemasaran pameran, Benny menyebutkan bahwa pihaknya menyasar ceruk pasar dari 10,9 juta wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta setiap tahunnya.
Dari kunjungan itu, sekitar 4,6 juta di antaranya terfokus di kawasan Malioboro-Titik Nol Kilometer. Masyarakat lokal dan Gen Z memanfaatkan karakteristik Titik Nol Kilometer sebagai ruang temu budaya dan nongkrong anak muda, tambahnya.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, mengapresiasi inovasi ANTARA yang membawa pameran keluar dari ruang tertutup, sehingga memudahkan masyarakat untuk menikmati karya seni sembari berekreasi.
Pameran ini dinilai sebagai langkah unik dan autentik karena menyuguhkan peristiwa-peristiwa langka yang terjadi di Nusantara kepada publik secara langsung.
Kalau kita lihat, itu langka ya, peristiwa-peristiwa yang saya lihat itu langka. Substansinya langka, kemudian menurut saya autentik gitu ya, autentik, ujar Hasto saat meninjau pameran.
Ide yang baik, biasanya kalau pameran kan di gedung mana, di ruang tertutup. Dan ini, destinasi untuk pameran di sini udah nggak usah mikir lagi, semua orang bisa menikmati, sambil rekreasi, saya kira unik, lanjutnya.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis
