PMI DIY distribusikan air bersih 149000 liter ke wilayah kekeringan 750x536 1

Siaga Tirto Aji, PMI DIY Salurkan Air Bersih untuk 4.051 Jiwa

Yogyakarta, Lingkar.news – Palang Merah Indonesia (PMI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama PMI kabupaten se-provinsi tersebut menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 149.000 liter bagi masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau, Sabtu (01/08/2026).

Ketua PMI DIY, GBPH H. Prabukusumo mengatakan, distribusi air bersih telah dilakukan sejak 29 Mei hingga Jumat (31/07/2026) dengan menjangkau total 4.051 jiwa penerima manfaat.

Prabukusumo menjelaskan bahwa bantuan tersebut didistribusikan menggunakan dua truk tangki ke empat kecamatan di Kabupaten Bantul, yakni Kasihan, Dlingo, Pajangan, dan Bantul, serta wilayah Panggang dan Girikarto di Kabupaten Gunungkidul.

Ia mengungkapkan bahwa DIY merupakan salah satu wilayah prioritas dalam Operasi Kemanusiaan Bencana Kekeringan Akibat El Nino Tahun 2026 yang diinisiasi oleh PMI Pusat, melalui Disaster Response Emergency Fund (DREF) – International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC).

Sebagai langkah strategis, PMI DIY dan PMI kabupaten/kota telah menyiagakan enam truk tangki air untuk merespons dampak kekeringan melalui program Siaga Tirto Aji.

Pihaknya menyimpulkan bahwa komitmen PMI DIY adalah menjadi bagian dari solusi konkret dalam mengatasi dampak kekeringan di masyarakat agar jangkauan bantuan semakin luas.

PMI DIY berkomitmen menjadi bagian solusi dalam merespons dampak kekeringan dan berharap program ini akan menjangkau lebih banyak wilayah dan masyarakat yang membutuhkan, ujar Prabukusumo.

Ia menekankan bahwa keberhasilan penanganan krisis air bersih memerlukan sinergi dari berbagai pihak, baik pemerintah, sektor swasta, maupun partisipasi aktif masyarakat.

Kata kuncinya adalah kolaborasi dari berbagai sektor baik dari pemerintah, swasta, maupun masyarakat. Kami membuka donasi untuk masyarakat yang akan menyalurkan bantuan kepada saudara-saudara kita yang membutuhkan, tambahnya.

Prabukusumo juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, termasuk menggunakan air secara bijak, menyimpan air dalam wadah bersih tertutup, serta rutin menjaga kebersihan sumber air agar terhindar dari kontaminasi sampah maupun limbah kimia.

Masyarakat harus menjaga kesehatan dengan selalu cuci tangan memakai sabun sebelum makan, setelah ke toilet atau beraktivitas, mengonsumsi air minum yang direbus, jauhkan air dari sampah, tidak membuang sampah limbah atau bahan kimia ke sumber air seperti sungai, selokan, dan sumur, tegasnya.

Ia menegaskan pentingnya bagi PMI untuk terus meningkatkan pelayanan dengan menyelaraskan langkah bersama pemerintah dan mitra terkait, sesuai dengan amanat UU Nomor 1 Tahun 2018 tentang Kepalangmerahan.

Ia menyatakan bahwa dalam setiap kegiatan, organisasi harus tetap berpegang teguh pada prinsip-prinsip dasar kepalangmerahan.

Dan tetap mengedepankan prinsip-prinsip dasar gerakan dalam pelayanannya yakni kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan, tutup Prabukusumo.

Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis