gubernur diy sri sultan hamengku buwono x menerima kunjungan direksi bpjs kesehatan

Sultan Pastikan Kemudahan Akses BPJS Kesehatan bagi Mahasiswa Luar DIY

YOGYAKARTA, Lingkar.news Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X memastikan mahasiswa yang berasal dari luar daerah tetap dapat mengakses layanan BPJS Kesehatan dengan mudah selama menempuh pendidikan di Yogyakarta.

Hal tersebut disampaikan Sultan saat menerima kunjungan jajaran direksi BPJS Kesehatan yang dipimpin Direktur Utama Prihati Pujowaskito di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (12/3/2026).

Kemudahan Akses JKN bagi Mahasiswa

Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan Sultan menyoroti posisi Yogyakarta sebagai kota pelajar yang setiap tahunnya menampung mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Ngarsa Dalem tadi berpesan terkait Yogyakarta sebagai kota pelajar. Tentu banyak mahasiswa luar DIY yang ada di sini. Ini menjadi bagian penting, karena mahasiswa pasti bisa sakit, jadi bagaimana mereka bisa mendapatkan fasilitas dari JKN ini,” ujar Made usai mendampingi pertemuan tersebut.

Cakupan Kepesertaan JKN DIY 99 Persen

Made menjelaskan kunjungan Direktur Utama BPJS Kesehatan tersebut juga dalam rangka memperkenalkan diri sebagai pejabat baru.

Dalam kesempatan itu, pihak BPJS Kesehatan juga mengapresiasi capaian cakupan kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) di DIY yang telah mencapai 99 persen.

“Alhamdulillah cakupan kepesertaan kita sudah 99 persen. Soal verifikasi data peserta PBI yang dinonaktifkan, kalau di DIY semua aman, tidak ada kendala,” kata Made.

Asas Portabilitas Berlaku bagi Mahasiswa

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan Akmal Budi Yulianto menegaskan mahasiswa dari luar daerah tetap dapat memperoleh layanan kesehatan selama kepesertaan JKN mereka aktif.

Menurutnya, hal tersebut sesuai dengan asas portabilitas dalam program JKN yang menjamin pelayanan kesehatan dapat diakses di seluruh wilayah Indonesia.

“Sesuai dengan aturan perundangan, ada asas portabilitas yang memberikan jaminan pelayanan kesehatan yang berkelanjutan, mudah, cepat, dan setara kepada peserta di seluruh wilayah Indonesia,” jelas Akmal.

Ia menambahkan, prinsip tersebut juga berlaku di DIY karena mahasiswa yang belajar di Yogyakarta berasal dari berbagai daerah.

Program BPJS Goes to Campus

Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan BPJS Kesehatan Abdi Kurniawan Purba menjelaskan mahasiswa luar DIY yang ingin mendapatkan layanan JKN dapat mengubah data fasilitas kesehatan tingkat pertama (faskes) dengan memilih faskes di wilayah DIY.

BPJS Kesehatan juga memiliki program BPJS Goes to Campus yang akan bersinergi dengan berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta, termasuk di Yogyakarta.

“Kami mendapat data, di DIY setiap tahunnya kedatangan sekitar 300 ribu mahasiswa baru. Tentunya dengan program ini kami dapat terus mendukung para mahasiswa untuk tetap menjaga kesehatan,” kata Abdi.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki