Pemkab Bantul targetkan angka kemiskinan turun di bawah 10 persen 750x536 1

Targetkan Kemiskinan di Bawah 10 Persen, Pemkab Bantul Siapkan 103 Program Kerja

Bantul, Lingkar.news – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), menargetkan penurunan angka kemiskinan hingga di bawah 10 persen pada tahun 2026 melalui berbagai program pengentasan yang terintegrasi.

Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, menyatakan bahwa langkah strategis yang dilakukan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan adalah dengan melakukan integrasi data penerima program bantuan pemerintah.

“Kami akan melakukan integrasi data penerima program penanggulangan kemiskinan baik yang bersifat pemberdayaan maupun pengurangan beban ekonomi,” kata Aris, Jumat (31/7/2026).

Aris menekankan bahwa data yang terintegrasi sangat penting untuk dijadikan basis dalam menjalankan berbagai program pendukung agar pelaksanaannya menjadi lebih tepat sasaran.

“Total ada 103 program dari 13 organisasi perangkat daerah (OPD) di Kabupaten Bantul yang akan diselenggarakan untuk mendukung pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Ia mengimbau seluruh OPD untuk terus meningkatkan koordinasi dan sinergi agar pelaksanaan setiap program dapat berjalan optimal sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.

“Angka kemiskinan tahun 2025 masih mencapai 11,54 persen dari total jumlah penduduk. Harapannya, pada 2026 bisa turun hingga di bawah 10 persen,” katanya.

Aris menjelaskan bahwa indikator kemiskinan di Kabupaten Bantul dipengaruhi oleh sejumlah faktor, di antaranya tingkat pengangguran, ketiadaan pekerjaan tetap, serta pengelolaan keuangan keluarga yang belum efektif.

“Misalnya pengantin baru yang memang belum siap mengatur keuangan keluarga. Itu menjadi salah satu faktor yang mendorong angka kemiskinan di Bantul,” ujarnya.

Sebagai langkah preventif, Pemkab Bantul akan menjalin kerja sama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk memberikan edukasi literasi keuangan kepada para calon pengantin.

“Kami bekerja sama dengan OJK akan menyelenggarakan sosialisasi kepada calon pengantin, mereka diberikan edukasi untuk melatih pemikiran agar siap mengatur keuangan dengan baik,” katanya.

Kesimpulannya, Pemkab Bantul berkomitmen melakukan langkah komprehensif mulai dari pembenahan data, edukasi keuangan, hingga pemberian bantuan langsung bagi warga yang membutuhkan.

“Kami akan memaksimalkan pemberian bantuan berupa uang tunai, pelatihan wirausaha, kemudahan akses pendidikan, hingga program padat karya yang harapannya mampu berkontribusi dalam pengentasan kemiskinan,” ujarnya.

Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis