Kulon Progo, Lingkar.news – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, resmi membuka ajang Arung Progo Festival (APF) 2026 di Gerbang Samudera Raksa (GSR), Kamis (27/08/2026). Kegiatan ini diselenggarakan sebagai upaya strategis untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus mempromosikan destinasi wisata berbasis olahraga (sport tourism) di wilayah tersebut.
Ajang arung jeram ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai 28 hingga 30 Agustus 2026. Sebanyak 20 tim kontingen yang berasal dari berbagai daerah seperti Jawa Barat, Sidoarjo (Jawa Timur), Tanah Bumbu (Kalimantan Selatan), serta perwakilan klub Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) dan Pengcab FAJI se-DIY turut memeriahkan festival tersebut.
Wakil Bupati Kulon Progo, Ambar Purwoko, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan acara ini. Menurutnya, pemanfaatan media sosial menjadi kunci untuk meningkatkan popularitas Kulon Progo di tingkat internasional.
Ia menambahkan bahwa ke depan, Pemkab Kulon Progo berkomitmen mengembangkan konsep pariwisata terpadu. Rencana ini akan mengintegrasikan olahraga arung jeram di Sungai Progo dengan daya tarik alam di kawasan Bukit Menoreh serta kegiatan paralayang.
Sebagai kesimpulan, integrasi berbagai sektor wisata tersebut diharapkan dapat menciptakan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat, terutama melalui peningkatan tingkat hunian penginapan (homestay) dan lonjakan penjualan produk UMKM lokal.
Sementara itu, Ketua Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI) DIY, Agus Langgeng Basuki, menyatakan bahwa festival keempat ini menjadi sarana pembuktian kelayakan Sungai Progo sebagai lokasi kompetisi arung jeram berskala nasional maupun internasional.
Kategori yang dilombakan meliputi disiplin Kayak dan Rafting (Sprint, Head-to-Head, dan Down River Race). Festival ini juga mengedepankan empat pilar utama FAJI, yakni pembinaan prestasi, pengembangan pariwisata, upaya penyelamatan (rescue), serta pelestarian lingkungan sungai.
Agus memaparkan, penyelenggaraan APF kali ini menjadi batu loncatan penting untuk agenda tahun depan. Berdasarkan pengalaman dan kesiapan lokasi, pada gelaran APF kelima tahun 2027 mendatang, pihaknya berencana mengajukan Kulon Progo sebagai tuan rumah Babak Kualifikasi (BK) PON yang rencananya akan diikuti oleh kontingen dari 27 provinsi.
Selain kompetisi olahraga air, panitia juga menyelenggarakan lomba fotografi melalui platform Instagram. Langkah ini diambil untuk menarik minat wisatawan serta para fotografer dalam memperkuat promosi digital pariwisata Kulon Progo.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis
