Yogyakarta, Lingkar.news – PT Jasa Marga (Persero) Tbk memproyeksikan Jalan Tol Yogyakarta–Bawen Seksi 6 untuk ruas Ambarawa-Bawen dapat segera beroperasi pada November tahun 2026 ini. Proyek strategis nasional ini dipercepat demi mengoptimalkan arus transportasi serta memperkuat konektivitas antarwilayah di Jawa Tengah dan Yogyakarta.
Pembangunan infrastruktur jalan tol ini memiliki panjang total mencapai 75,12 kilometer yang terbagi menjadi enam seksi pengerjaan secara bertahap. Rincian proyek tersebut meliputi Seksi 1 Sleman–Banyurejo sepanjang 8,8 kilometer, Seksi 2 Banyurejo–Borobudur sepanjang 15,20 kilometer, Seksi 3 Borobudur–Magelang sepanjang 8,10 kilometer, Seksi 4 Magelang–Temanggung sepanjang 16,65 kilometer, Seksi 5 Temanggung–Ambarawa sepanjang 21,39 kilometer, dan Seksi 6 Ambarawa–Bawen sepanjang 5,2 kilometer.
Sebagai kesimpulan, Jasa Marga berupaya memastikan kesiapan Tol Yogya-Bawen Seksi 6 melalui tahapan uji kelaikan teknis yang ketat sebelum resmi dibuka untuk umum. Kehadiran rute baru ini diproyeksikan menjadi solusi efektif untuk mengurai kepadatan lalu lintas saat libur nasional sekaligus memacu pertumbuhan ekonomi lokal melalui efisiensi jalur logistik.
“Maka setelah disiapkan di tahun 2026 ini, Jasa Marga akan mengoperasionalkan salah satunya adalah Jalan Tol Yogya-Bawen Seksi 6. Ini khususnya Ambarawa-Bawen sudah memasuki masa Uji Laik Fungsi Operasi atau ULFO, yang diharapkan akan dapat dioperasionalkan di November tahun 2026,” ujar Direktur Utama Jasa Marga Rivan A Purwantono dalam konferensi pers daring di Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Menurut dia, selain itu pada akhir tahun 2026 atau awal 2027, ada 62 km jalan tol yang kemarin juga digunakan sebagai bagian dari fungsional yaitu Jalan Tol Probolinggo-Banyuwangi dan Jalan Tol Yogya-Solo-Yogya-Bawen. Ini adalah keseluruhan tol baru yang akan dioperasionalkan pada akhir 2026 maupun awal 2027.
Sejalan dengan upaya percepatan tersebut, Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa kehadiran jalan tol diharapkan memberikan dampak multiplier effect terhadap pertumbuhan ekonomi, terutama di daerah-daerah yang dilalui. Selain itu, keberadaan jalan tol juga dinilai penting dalam meningkatkan efisiensi waktu tempuh dan menurunkan biaya logistik.
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis