Stasiun Lempuyangan ditata untuk dukung ekonomi Yogyakarta 750x536 1

Wajah Baru Stasiun Lempuyangan: Siap Dongkrak Ekonomi Yogyakarta

Yogyakarta, Lingkar.news – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta melakukan penataan dan perluasan kawasan Stasiun Lempuyangan guna meningkatkan konektivitas antarmoda, keamanan, serta kenyamanan pelayanan penumpang.

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta Feni Novida Saragih di Yogyakarta, mengatakan Stasiun Lempuyangan terus mengalami peningkatan volume penumpang dari tahun ke tahun.

“Pada 2024, Stasiun Lempuyangan melayani total 5.392.700 penumpang dan bertumbuh 4 persen menjadi 5.605.414 penumpang pada tahun 2025,” kata Feni dalam keterangan tertulisnya.

Ia mengatakan rata-rata volume penumpang Kereta Api (KA) Jarak Jauh yang naik dan turun di Stasiun Lempuyangan mencapai 12.586 penumpang per hari, sedangkan untuk KRL Commuter Line relasi Yogyakarta-Palur mencapai sekitar 4.500 penumpang per hari.

Sebagai langkah awal pengembangan kawasan, KAI Daop 6 melakukan penataan di sisi selatan stasiun. Salah satu fokus utama adalah pemisahan akses jalan khusus naik-turun penumpang dengan jalan umum.

“Dalam proses penataan tersebut, KAI Daop 6 telah melakukan penertiban terhadap 13 rumah perusahaan di kawasan sekitar stasiun,” katanya pada Selasa (23/9/2026).

Feni menegaskan bangunan-bangunan tersebut bukan merupakan Bangunan Warisan Budaya maupun Cagar Budaya, sebagaimana dikonfirmasi oleh Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta.

“Dari 13 rumah perusahaan tersebut, 11 bangunan telah dirobohkan, sementara dua rumah dipertahankan sesuai arahan dan rekomendasi Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta,” kata Feni.

Ia memastikan seluruh proses penataan dan penertiban telah melalui prosedur serta koordinasi intensif dengan instansi dan pihak terkait.

Penataan Stasiun Lempuyangan ini diarahkan untuk mendukung visi KAI dalam mengoptimalkan stasiun sebagai ruang publik (lifestyle hub) yang menghubungkan lokasi, masyarakat, dan komunitas (place-people-communities).

“Ke depan, Stasiun Lempuyangan dikembangkan menjadi simpul integrasi antarmoda yang ideal guna mendukung mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan pariwisata dan ekonomi lokal di Kota Yogyakarta dan sekitarnya,” katanya.

Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis