BANTUL, Lingkar.news – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus meninjau pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan skrining tuberkulosis (TBC) berbasis komunitas bagi karyawan pabrik jasa pelintingan rokok Sampoerna PT Yogyakarta Tembakau Indonesia (MPS) di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Peninjauan tersebut dilakukan pada Jumat (30/1/2026) sebagai bagian dari upaya pemerintah memperluas layanan kesehatan preventif bagi masyarakat usia produktif.
Usai peninjauan, Wamenkes menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto memiliki delapan program hasil terbaik cepat di luar program rutin. Dari delapan program tersebut, dua di antaranya berada di sektor kesehatan, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
“Dan inilah CKG dan pemberantasan TBC yang hari ini kita lakukan di sini. Dilakukan CKG karena hipertensi dan diabetes sering tidak ada keluhannya, padahal dalam tiga sampai lima tahun kalau tidak terkontrol bisa merusak pembuluh darah,” kata Wamenkes.
Rangkaian Pemeriksaan CKG dan Skrining TBC
Paket CKG yang dilaksanakan di perusahaan tersebut meliputi penimbangan berat badan, pemeriksaan tekanan darah dan gula darah, skrining TBC, serta konsultasi dokter. Selain itu, disediakan bilik dahak bagi karyawan yang terindikasi suspek TBC.
“Tujuannya untuk mencegah stroke, gagal ginjal yang berujung cuci darah, hingga serangan jantung. Jangan sampai usia produktif terkena penyakit berat karena akan berdampak pada pekerjaan dan keluarganya,” ujar Wamenkes.
Menjaga Produktivitas Karyawan Usia Kerja
Melalui pemeriksaan CKG dan skrining TBC terhadap sekitar 1.300 karyawan, Wamenkes berharap karyawan dengan tekanan darah atau kadar gula tinggi dapat segera menjalani pemeriksaan lanjutan secara rutin melalui dokter perusahaan.
“Harapannya, mereka bisa terus dipantau, dites gula darah setiap minggu bila perlu, sehingga bisa bekerja sampai pensiun dalam kondisi sehat dan terhindar dari stroke, hipertensi, cuci darah, maupun serangan jantung,” katanya.
Untuk skrining TBC, karyawan yang mengalami gejala seperti batuk lebih dari dua minggu diarahkan segera ke puskesmas untuk pemeriksaan lanjutan.
“Target kita sederhana, karyawan Indonesia sehat dan produktif,” tegas Wamenkes.
CKG Diperluas ke Komunitas Perusahaan
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan DIY Gregorius Anung Trihadi mengatakan jangkauan CKG dan pemberantasan TBC kini diperluas dari fasilitas kesehatan ke komunitas, termasuk lingkungan perusahaan.
“Tidak hanya puskesmas dan sekolah, tetapi juga komunitas-komunitas perusahaan seperti yang dilakukan hari ini,” ujarnya.
Apresiasi Kolaborasi Swasta dan Pemerintah
Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk Ivan Cahyadi mengapresiasi kunjungan Wamenkes dan kolaborasi yang terjalin antara pemerintah dan sektor swasta dalam pelaksanaan CKG dan skrining TBC.
“Kami mengapresiasi seluruh mitra yang membuat kegiatan ini berjalan lancar. Ini contoh baik bagaimana pihak swasta dapat berkolaborasi dengan pemerintah menyukseskan program nasional,” katanya.
Ivan menambahkan, program CKG dan skrining TBC akan dilanjutkan di seluruh ekosistem Sampoerna, mencakup 43 pabrik di 28 kabupaten se-Jawa.
“Semoga kegiatan ini memberi manfaat besar dan menginspirasi pihak lain untuk ikut berkontribusi, karena ini adalah tanggung jawab kita bersama,” pungkasnya.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki
