10 rekomendasi oleh oleh khas Jogja yang antimainstream 750x536 1

Wisatawan Wajib Tahu! Ini Daftar Oleh-Oleh Khas Yogyakarta yang Unik dan Tahan Lama

Yogyakarta, Lingkar.news – Wisatawan kini memiliki banyak pilihan alternatif buah tangan khas Yogyakarta selain bakpia dan gudeg yang sudah sangat populer. Kota yang dikenal sebagai salah satu pusat kebudayaan di Indonesia ini menawarkan ragam kuliner tradisional unik hingga kerajinan tangan bernilai seni tinggi yang menarik untuk dibawa pulang.

Bagi Anda yang menginginkan buah tangan yang berbeda, beberapa pilihan ini berasal langsung dari berbagai daerah di sekitar Yogyakarta dan menyimpan kisah keunikannya masing-masing. Mulai dari camilan dengan bentuk tidak biasa, kuliner berbahan dasar lokal, hingga dekorasi rumah yang estetis kini semakin diminati para pelancong.

Sebagai kesimpulan, membawa pulang oleh-oleh dari Yogyakarta kini tidak lagi terbatas pada bakpia atau gudeg saja. Wisatawan dapat memilih variasi kuliner unik seperti yangko, geblek, kipo, tiwul, hingga peyek tumpuk, atau beralih ke produk kerajinan yang lebih tahan lama seperti gerabah Kasongan, produk kulit Manding, dan batik kayu Krebet yang bernilai seni tinggi.

1. Yangko

Yangko merupakan jajanan tradisional khas Yogyakarta yang memiliki tekstur kenyal dan sekilas menyerupai kue mochi. Kudapan berbentuk kotak ini umumnya terbuat dari tepung ketan dengan isian manis seperti kacang, cokelat, hingga varian rasa buah-buahan. Makanan khas dari kawasan Kotagede ini sangat cocok bagi Anda yang menyukai cita rasa tradisional yang akrab di lidah namun bertekstur unik.

2. Geblek

Bagi pencinta camilan gurih, geblek menjadi alternatif menarik yang wajib dicoba. Makanan khas dari Kabupaten Kulon Progo ini terbuat dari bahan tepung kanji yang dibumbui bawang putih dan garam. Bentuknya yang menyerupai angka delapan dengan tekstur kenyal di dalam serta renyah di luar memberikan sensasi kuliner Jogja yang berbeda.

3. Kipo

Kipo merupakan kudapan tradisional legendaris asal Kotagede yang memiliki ukuran mungil berwarna hijau. Jajanan ini terbuat dari bahan ketan yang diisi dengan campuran parutan kelapa dan gula merah manis. Ukurannya yang praktis membuat kipo sangat cocok dijadikan teman camilan selama perjalanan pulang.

4. Tiwul

Tiwul merupakan kuliner tradisional legendaris berbahan dasar singkong yang sudah lama melekat dalam kehidupan masyarakat Jawa. Saat ini, olahan tiwul tidak hanya disajikan sebagai hidangan rumahan biasa, melainkan telah dikemas secara modern dan praktis agar mudah dibawa sebagai buah tangan oleh wisatawan yang ingin mengeksplorasi kuliner lokal lebih dalam.

5. Kopi Merapi

Penggemar kopi dapat memilih Kopi Merapi sebagai buah tangan yang praktis dan tahan lama. Kopi ini dibudidayakan langsung di kawasan lereng Gunung Merapi yang subur. Wisatawan dapat memilih produk dalam bentuk biji kopi maupun bubuk halus untuk dinikmati bersama keluarga atau rekan sejawat tercinta.

6. Walang Goreng

Bagi pelancong yang menyukai tantangan kuliner ekstrem, walang goreng atau belalang goreng merupakan pilihan yang sangat unik dari Gunungkidul. Belalang ini diolah dengan bumbu gurih khas lalu digoreng hingga garing. Kuliner ini menawarkan pengalaman rasa yang renyah dan tidak biasa bagi para petualang rasa.

7. Peyek Tumpuk

Berbeda dengan rempeyek pada umumnya yang berbentuk tipis lebar, peyek tumpuk khas Jogja memiliki keunikan tersendiri karena beberapa lapisan adonan disusun bertumpuk hingga tebal. Camilan gurih nan renyah ini relatif praktis dibawa bepergian karena dikemas dalam wadah tertutup yang rapat agar tetap renyah.

8. Gerabah Kasongan

Oleh-oleh dari Yogyakarta tidak selamanya harus berupa makanan basah atau kering. Sentra Industri Gerabah Kasongan di Kabupaten Bantul menawarkan berbagai kerajinan tanah liat mulai dari perabot rumah tangga hingga dekorasi rumah yang estetik. Memilih gerabah berukuran kecil menjadi opsi praktis untuk mempercantik sudut rumah Anda.

9. Kerajinan Kulit Manding

Kawasan Manding di Kabupaten Bantul terkenal sebagai pusat kerajinan kulit berkualitas tinggi. Di sini, pengunjung bisa mendapatkan produk fesyen awet seperti tas, dompet, sabuk, hingga sepatu kulit asli. Produk fesyen ini sangat cocok untuk oleh-oleh jangka panjang yang fungsional dan bernilai guna tinggi.

10. Batik Kayu Krebet

Desa Wisata Krebet di Bantul menyajikan inovasi seni yang unik berupa batik kayu. Berbeda dari kain batik biasa, motif batik tulis ini diaplikasikan langsung pada media kayu seperti topeng, hiasan dinding, hingga peralatan makan. Kerajinan ini menggabungkan keindahan seni batik dengan ketahanan material kayu yang bernilai estetika tinggi.

Dalam memilih buah tangan, wisatawan disarankan untuk menyesuaikan dengan kebutuhan serta memperhatikan kemasan produk, terutama untuk perjalanan jauh. Untuk produk makanan, sangat penting memeriksa tanggal kedaluwarsa serta cara penyimpanan yang tepat agar kualitas rasa tetap terjaga dengan baik hingga sampai ke rumah.

Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis