NGANJUK, Lingkar.news – Presiden Prabowo Subianto menyatakan prihatin terhadap peristiwa pembunuhan yang menimpa aktivis buruh Marsinah pada Mei 1993.
Ia menilai peristiwa tersebut seharusnya tidak perlu terjadi apabila nilai-nilai Pancasila dan konstitusi dijalankan dengan baik. Hal itu dikatakan Presiden saat meresmikan Museum Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).
“Sesungguhnya, peristiwa Marsinah yang dibunuh secara keji karena memperjuangkan kaum buruh pabrik suatu perusahaan sesungguhnya sama sekali tidak perlu terjadi karena negara kita, kita dirikan dengan falsafah dasar Pancasila, itu adalah kecemerlangan pendiri bangsa kita,” kata Prabowo dalam sambutannya.
Presiden mengatakan Indonesia didirikan berdasarkan falsafah Pancasila yang menjadi dasar persatuan bangsa di tengah perbedaan suku, agama, bahasa, dan ras.
Ia menyebut Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 telah menegaskan prinsip keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia serta menempatkan negara sebagai sistem yang berlandaskan semangat kekeluargaan.
Baca juga: Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Simbol Penghormatan Perjuangan Buruh
Menurut Presiden, prinsip tersebut juga tercantum dalam Pasal 33 UUD 1945 yang menyatakan perekonomian disusun berdasarkan asas kekeluargaan sehingga pihak yang kuat harus membantu kelompok yang lemah.
Presiden mengatakan buruh, petani, nelayan, aparat negara, tentara, dan polisi merupakan bagian dari rakyat yang harus dilindungi negara. Prabowo juga menyebut para pemimpin, politisi, dan birokrat hanya menerima mandat dari rakyat untuk menjalankan pemerintahan.
Presiden bersyukur peristiwa yang dialami Marsinah terjadi pada masa lalu dan perlu menjadi pelajaran untuk memperbaiki kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Apalagi aparat, apalagi tentara dan polisi. Aparat, tentara, polisi anak bangsa diseleksi, dibiayai, digaji oleh rakyat, diberi makan oleh rakyat, dibeli sepatu oleh rakyat, dibeli topi oleh rakyat, dibeli pangkat oleh rakyat. Karena itu sebenarnya kalau dasar bernegara ini dipikirkan dan diresapi, tidak perlu (terjadi). Dan Alhamdulillah ini terjadi di masa lalu, kita perbaiki,” urai Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Presiden merasa mengaku terhormat mendapat kesempatan menetapkan Marsinah sebagai pahlawan nasional setelah menerima usulan dari organisasi buruh yang secara bersama-sama mengajukan nama Marsinah.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki
