JAKARTA, Lingkar.news – Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo bercerita di hadapan Komisi XI DPR RI, bahwa kini wilayah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, tengah mengalami dampak bencana banjir tetapi luput dari sorotan publik secara luas.
Menurutnya, dampak yang diakibatkan oleh banjir Situbondo sama dengan yang dialami oleh masyarakat Aceh, Sumatra. Ia pun berharap ada uluran tangan yang sama terhadap masyarakatnya di Situbondo.
“Padahal dampak dan menangisnya pun sama,” kata Rio saat rapat bersama Komisi XI DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
8.000 Warga Terdampak Banjir
Rio menuturkan, banjir kali ini skalanya cukup besar karena terjadi di sejumlah kecamatan di Situbondo. Menurutnya, sejauh ini ada sekitar 8.000 orang warga yang terdampak banjir.
Selain merusak pemukiman warga, bencana ini juga berdampak pada area sawah, musala, hingga pesantren.
Minta Pemulihan Anggaran TKD
Dalam rapat tersebut, Bupati Rio meminta bantuan Komisi XI DPR RI yang membidangi urusan keuangan, agar anggaran Transfer ke Daerah (TKD) untuk Kabupaten Situbondo dapat dikembalikan ke kondisi semula.
Permintaan itu disampaikan menyusul kebijakan pemerintah pusat yang melakukan pemangkasan TKD pada APBN 2026.
Rio pun mempersilakan bila pemerintah pusat hendak mengembalikan TKD dalam bentuk apapun, baik perbaikan rumah warga, maupun bangunan utuh.
“Kami persilakan. Tidak ada masalah buat kami. Mau uangnya dikembalikan atau semua yang rusak ini mau dikembalikan dalam bentuk bangunan utuh, kami pun nggak ada masalah,” katanya.
Ekonomi Situbondo Terancam Turun
Menurutnya, hal itu penting agar fasilitas publik kembali normal setelah terjadi banjir, agar kondisi perekonomian Situbondo kembali pulih.
Bupati Rio pun yakin bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Situbondo saat ini bakal turun karena aktivitas ekonomi yang tidak bergerak, padahal sebelumnya pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 6,16 persen.
“Jadi tolong ini menjadi aspirasi utama kami karena kalau uang itu dikembalikan maka kami semua akan kami manfaatkan untuk perbaikan,” tandasnya.
Jurnalis: Ant
Editor: Basuki
