megawati resmikan istana gebang blitar

Megawati Resmikan Renovasi Istana Gebang Blitar, Ajak Teladani Perjuangan Bung Karno

BLITAR, Lingkar.news Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, meresmikan renovasi Istana Gebang di Jalan Sultan Agung Nomor 59, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur, Senin (15/6/2026).

Peresmian rumah bersejarah yang menjadi tempat masa kecil Presiden pertama RI, Soekarno, itu ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Megawati didampingi putranya yang juga Ketua DPP PDIP M. Prananda Prabowo, serta anggota keluarga Bung Karno lainnya, Puti Guntur Soekarno dan Romy Soekarno.

Dalam kesempatan tersebut, Megawati memilih meninggalkan naskah sambutan resmi yang telah disiapkan panitia dan menyampaikan pidato secara spontan. Ia mengaku merasa sedang berada di rumah kakeknya sendiri sehingga ingin berbicara dari hati.

“Ini tadinya saya sudah dibuatkan yang namanya sambutan. Tapi kalau saya baca jadi formal. Enggak ah, ini di rumah Eyang Kakung. Aku langsung ngomong. Eyang Kakung, nyuwun sewu nggih, aku tak ngomong, ini ngomong hati nurani,” ujar Megawati.

Dalam pidatonya, Megawati mengajak masyarakat untuk tidak sekadar melihat Istana Gebang sebagai bangunan bersejarah, melainkan memahami nilai perjuangan yang diwariskan Bung Karno dari tempat tersebut.

Menurutnya, Bung Karno menghabiskan masa muda yang penuh pengorbanan demi mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Sang Proklamator harus menjalani penjara dan pengasingan selama total 22 tahun di berbagai daerah, seperti Ende, Bengkulu, dan Bangka.

“Tempat ini bukan hanya untuk dikunjungi, tapi untuk diresapi. Apa yang harus saya ceritakan? Apakah hanya tentang tempat tinggal masa kecil Bung Karno? Bukan, tapi tentang semangat perjuangan beliau,” katanya.

Megawati juga mengingatkan bahwa kemerdekaan bukanlah sesuatu yang selesai diperjuangkan. Ia mengajak generasi muda untuk terus menjaga kedaulatan bangsa dan tidak lengah terhadap berbagai tantangan yang dapat mengancam kemerdekaan.

“Apakah kalian sudah benar-benar merdeka? Belum. Kita tetap akan dijajah jika tidak waspada. Maukah kalian dijajah lagi?” tanya Megawati yang disambut seruan “Tidak!” dari para peserta yang hadir.

Usai peresmian renovasi, acara dilanjutkan dengan peresmian monumen patung Bung Karno setinggi lima meter yang berdiri di kawasan kompleks Istana Gebang. Patung karya seniman asal Bantul, Yogyakarta, Drs. Gunadi tersebut diresmikan melalui penandatanganan prasasti oleh Megawati.

Keberadaan patung itu diharapkan semakin memperkuat nilai sejarah dan ideologi yang melekat pada kawasan Istana Gebang sebagai salah satu destinasi wisata sejarah penting di Kota Blitar.

Peresmian tersebut turut dihadiri jajaran DPP PDI Perjuangan yang dipimpin Sekretaris Jenderal Hasto Kristiyanto, pengurus DPD PDIP Jawa Timur, kader partai, serta masyarakat yang memadati kompleks museum.

Setelah rangkaian seremoni selesai, Megawati bersama keluarga dan sejumlah tamu undangan berkeliling meninjau bagian dalam Istana Gebang yang telah selesai direnovasi.

Istana Gebang merupakan rumah masa kecil Bung Karno yang memiliki nilai sejarah penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Bangunan bergaya kolonial itu didirikan pada 1884 dan mulai ditempati keluarga Soekarno sekitar tahun 1917 setelah dibeli dari warga Belanda bernama C.H. Portier.

Di rumah tersebut, Bung Karno tinggal bersama ayahnya Raden Sukemi Sosrodihardjo, ibunya Ida Ayu Nyoman Rai, dan kakaknya Sukarmini. Tempat itu juga diyakini menjadi salah satu ruang tumbuh awal gagasan kebangsaan dan karakter kepemimpinan yang kelak mengantarkannya menjadi Proklamator Kemerdekaan Indonesia.

Jurnalis: Ant
Editor: Basuki