MATARAM, Lingkar.news – Konflik internal Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Nusa Tenggara Barat (NTB) pecah terbuka di Ruang Paripurna DPRD NTB, Kota Mataram, Senin siang (25/5/2026).
Dua kubu di tubuh PPP saling melayangkan surat pencopotan jabatan politik, membuat suasana politik di DPRD NTB memanas. Sekretaris DPRD NTB, Hendra Saputra, membacakan dua surat berbeda yang sama-sama berasal dari internal PPP.
Surat pertama berasal dari kubu Ketua DPW PPP NTB, H. Muzihir, yang mencopot Mohammad Akri dari jabatan Ketua Fraksi PPP DPRD NTB sekaligus mengganti posisi Akri di Badan Anggaran DPRD NTB.
Namun tak lama berselang, kubu Mohammad Akri membalas langkah tersebut dengan mengirim surat usulan pemberhentian H. Muzihir dari posisi Wakil Ketua DPRD NTB.
Dua surat politik itu dibacakan dalam forum resmi paripurna DPRD NTB dan langsung menjadi perhatian seluruh peserta sidang.
Situasi tersebut memperlihatkan konflik internal PPP NTB kini tidak lagi berlangsung di level internal partai, tetapi mulai terbuka di ruang politik parlemen daerah.
Sejumlah anggota DPRD tampak saling berkomunikasi usai pembacaan surat, sementara dinamika di internal PPP disebut terus bergerak menjelang keputusan resmi partai di tingkat pusat.
Mohammad Akri sebelumnya diketahui memimpin Fraksi PPP DPRD NTB. Di sisi lain, H. Muzihir merupakan Ketua DPW PPP NTB sekaligus Wakil Ketua DPRD NTB.
Belum ada pernyataan resmi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP terkait dualisme langkah politik tersebut. Namun manuver saling pecat itu memunculkan spekulasi adanya perebutan pengaruh dan konsolidasi kekuatan politik di internal PPP NTB menjelang agenda politik berikutnya.
Konflik tersebut juga menjadi sorotan karena terjadi secara terbuka dalam forum resmi DPRD, sesuatu yang jarang terjadi dalam dinamika politik lokal NTB dalam beberapa tahun terakhir.
Hingga paripurna berakhir pada Senin siang, belum diketahui apakah kedua surat tersebut akan langsung diproses atau menunggu keputusan final dari DPP PPP sebagai pemegang otoritas organisasi tertinggi partai.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki
