Yogyakarta, Lingkar.news – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) RI Maruarar Sirait menyatakan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi daerah di Indonesia dengan capaian tertinggi dalam pelaksanaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Maruarar dalam arahan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Jawa Bali yang berlangsung di Kompleks Kantor Gubernur DIY, Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (4/6/2026).
“Terima kasih Sri Sultan yang sangat membantu mengembangkan daerahnya, sehingga KUR perumahan ini pertama kali dibuat oleh Presiden Prabowo. Ini paling tinggi hari ini, terima kasih Pak Gubernur dukungannya,” katanya.
Maruarar menjelaskan, nilai KUR perumahan di DIY mencapai sebesar Rp332 miliar dengan total 966 penerima manfaat.
Nilai tersebut terdiri atas pembiayaan bagi kontraktor sebesar Rp3,7 miliar, developer sebesar Rp80,3 miliar, dan toko bangunan sebesar Rp61,5 miliar.
“Dari sisi suplai, nilai yang tercatat mencapai sebesar Rp145 miliar. Sementara itu, dari sisi permintaan mencapai Rp187 miliar, sehingga total nilai KUR Perumahan di DIY mencapai Rp332 miliar,” katanya.
Selain KUR perumahan, Menteri PKP memaparkan bahwa program peningkatan kualitas rumah tidak layak huni menjadi layak huni di wilayah DIY juga mengalami peningkatan signifikan.
Dia menyebut, jika pada tahun sebelumnya program tersebut menyasar sebanyak 105 unit rumah, maka pada tahun 2026 jumlah rumah yang disasar meningkat menjadi 2.856 unit rumah. (rara-lingkar.news)