Yogyakarta, Lingkar.news – Perdana Menteri India Narendra Modi mengunjungi Candi Prambanan untuk melaksanakan ibadah sekaligus meresmikan kolaborasi konservasi situs bersejarah tersebut bersama Presiden Prabowo Subianto.
Dalam kunjungannya, PM Modi mengungkapkan kekagumannya terhadap kompleks candi yang menyimpan arca suci Dewa Siwa, Durga, dan Ganesha tersebut. Ia menilai pengalaman beribadah di sana sebagai momen yang sangat berkesan dan penuh pengabdian.
Di kompleks candi ini terdapat arca suci Dewa Siwa, Durga, dan Ganesha. Selama berabad-abad, umat (Hindu) beribadah di tempat ini dengan penuh keyakinan dan pengabdian. Hari ini, saya mendapat kehormatan memanjatkan doa dan memberikan penghormatan di tempat suci ini. Momen ini menjadi salah satu pengalaman paling suci, paling berkesan, dan paling penuh pengabdian dalam hidup saya.
PM Modi berharap kunjungan bersama Presiden Prabowo dapat mempererat tali silaturahmi antarnegara dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat kedua bangsa.
Kesempatan ini semakin istimewa, karena saya mengunjungi candi suci ini bersama sahabat saya, Presiden Prabowo. Saya memanjatkan doa agar hubungan India dan Indonesia semakin kuat, persahabatan antarmasyarakat dua negara semakin erat, rakyat kedua negara senantiasa sejahtera, India dan Indonesia terus maju dan makmur.
Terkait kerja sama restorasi Candi Prambanan, PM Modi meyakini bahwa keterlibatan Presiden Prabowo akan mempercepat proses penyelesaian proyek tersebut.
Presiden Prabowo, sebagai seorang prajurit, memahami bagaimana menyusun perencanaan. Karena itu, ketika Beliau merencanakan restorasi ini, ada strategi yang jelas. Dengan perencanaan tersebut, saya yakin restorasi akan selesai lebih cepat dari jadwal.
Sebagai bentuk komitmen, PM Modi telah menyanggupi undangan Presiden Prabowo untuk kembali ke Indonesia pada tahun 2029 guna meresmikan hasil restorasi Candi Prambanan.
“Kita akan menyelesaikan pekerjaan ini sebelum tahun 2029, dan bersama-sama kita akan merayakan selesainya restorasi serta peresmian kompleks candi ini sebagai sebuah perayaan besar” ujar PM Modi, Rabu (8/7/2026).
Pewarta: Rara
Editor: Saiful Muhlis